Penyerang muda Timnas Indonesia, Mitchell Baker, langsung mencuri perhatian pada laga debutnya di Piala AFF 2026. Ia mencetak hattrick saat Indonesia membantai Kamboja 5-1 di Stadion Pakansari, Bogor, Senin (27/7/2026). Namun, di balik tiga gol itu, publik kembali menyoroti asal-usul striker berusia 19 tahun tersebut.
Sorotan menguat setelah beredar unggahan media sosial yang menampilkan profil usulan naturalisasi Baker. Mitchell Lee Baker disebut lahir di Malvern pada 11 Desember 2006, berposisi sebagai penyerang, dan saat proses naturalisasi diajukan masih tercatat sebagai pemain Georgetown University di level NCAA Amerika Serikat.
Informasi garis keturunan Baker sejalan dengan keterangan resmi PSSI. Dalam unggahan di Instagram, PSSI menjelaskan bahwa Baker memiliki darah Indonesia dari pihak ibunya, Maureen Lee Baker. Kakeknya, Han Koen Lie, lahir di Yogyakarta pada 19 Januari 1937, sedangkan neneknya, Li Nio The Lie, lahir di Semarang, Jawa Tengah, pada 27 Mei 1940.
Ketua Umum PSSI Erick Thohir menegaskan bahwa kehadiran Baker merupakan bagian dari upaya memperkuat lini depan Timnas Indonesia melalui naturalisasi. "Alhamdulillah proses naturalisasi Mitchell Baker telah selesai. Semoga Mitchell bisa memberikan kontribusi terbaik untuk Timnas Indonesia," ujar Erick saat mengumumkan rampungnya proses naturalisasi pada 13 Juli 2026.
Baker resmi menjadi Warga Negara Indonesia pada 13 Juli 2026 di kantor Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum Kementerian Hukum di Jakarta. Status itu membuka jalan baginya untuk memperkuat Garuda di Piala AFF 2026.
Dari Kampus AS ke Bintang Baru Garuda
Karier Baker sebelum bergabung dengan Timnas Indonesia telah mencuri perhatian. Georgetown University mencatat ia tampil impresif pada musim 2025, sementara Colorado Rapids memilihnya pada urutan ke-10 MLS SuperDraft 2026. Rekam jejak itu membuat naturalisasinya dipandang sebagai solusi untuk menambah daya gedor lini depan.
Harapan itu langsung terjawab. Baker mencetak tiga gol pada debut kompetitifnya dan menjadi aktor utama kemenangan telak Indonesia. Penampilan itu membuktikan bahwa kehadirannya bukan hanya menarik karena faktor keturunan, tetapi juga karena kualitas yang mampu memberikan dampak instan.
Usai pertandingan, Baker mengaku terkesan dengan atmosfer Stadion Pakansari yang dipenuhi puluhan ribu pendukung. "Menurut saya, atmosfer di stadion benar-benar luar biasa. Dukungan para suporter malam ini sungguh fantastis. Para suporter benar-benar memberikan dorongan kepada kami sepanjang pertandingan. Rasanya sungguh luar biasa," ujarnya dalam konferensi pers.
Meski menjadi pencetak hattrick, Baker menegaskan kemenangan tim jauh lebih penting. "Yang terpenting adalah tim meraih kemenangan. Saya senang bisa membantu dengan mencetak tiga gol, tetapi hasil untuk tim adalah yang utama," kata Baker.
Debut gemilang tersebut membuat pembicaraan mengenai silsilah keluarga Baker kini berjalan beriringan dengan kontribusinya di atas lapangan. Status WNI yang resmi diperoleh pada 13 Juli 2026, garis keturunan Indonesia dari pihak ibu, serta penampilan impresif pada laga perdana menjadikan Mitchell Baker bukan lagi sekadar nama baru dalam daftar pemain naturalisasi. Ia kini mulai dipandang sebagai salah satu tumpuan baru lini depan Timnas Indonesia dalam upaya meraih gelar Piala AFF 2026.
Artikel Terkait
Malaysia Incar Kemenangan Perdana Hadapi Laos di Piala AFF 2026
Mitchell Baker Debut Manis dengan Hattrick, Sorak Suporter Pakansari yang Paling Membekas
Duel Filipina vs Myanmar Buka Matchday Kedua Grup B Piala AFF 2026
Timnas Indonesia Tak Gunakan Pesawat Charter ke Thailand, Erick Thohir Ucapkan Terima Kasih