Lisandro Martinez Bela Sikap Argentina di Final Piala Dunia 2026: Tidak Ada Dasar untuk Kebencian

- Selasa, 28 Juli 2026 | 07:00 WIB
Lisandro Martinez Bela Sikap Argentina di Final Piala Dunia 2026: Tidak Ada Dasar untuk Kebencian

Bek Timnas Argentina, Lisandro Martinez, angkat bicara mengenai gelombang kritik dan kebencian yang menyertai perjalanan timnya di Piala Dunia 2026. Ia menilai tuduhan yang beredar tidak berdasar dan menegaskan bahwa timnya tetap menghormati lawan, termasuk saat final melawan Spanyol.

Sepanjang turnamen, Argentina mendapat sorotan negatif. Sebagian pihak menuding tim ini mendapat keuntungan dari keputusan wasit. Ada pula yang menganggap permainan Argentina terlalu kasar, meski hanya Enzo Fernandez yang mendapat kartu merah di final.

Kritik lain muncul saat para pemain Argentina membelakangi perayaan juara Spanyol usai laga final. Martinez menjelaskan bahwa sikap itu bukan bentuk tidak hormat, melainkan untuk menyambut dukungan penggemar Argentina yang bernyanyi di tribun.

“Dan kemudian jelas gambar yang Anda lihat di mana kami membelakangi adalah ketika penggemar kami bernyanyi untuk kami, bukan? Jadi, itu juga merupakan bentuk penghormatan kepada fans, tetap berada di sana pada saat kami harus tetap berada di sana,” kata Martinez, dilansir dari World Soccer Talks.

Ia menambahkan bahwa timnya tetap memberi hormat kepada Spanyol dengan tidak meninggalkan lapangan saat prosesi pengangkatan trofi berlangsung.

“Saya memiliki beberapa perasaan campur aduk tentang kebencian yang ada. Agak kesal karena jelas mereka tidak memiliki dasar untuk menimbulkan kebencian itu,” ujarnya.

Martinez kemudian mengaitkan kritik tersebut dengan semangat tim dan dukungan suporter. Menurutnya, narasi negatif yang beredar justru mencerminkan siapa yang melontarkannya.

“Lalu saya juga melihat bagaimana rekan-rekan setim saya berjuang di lapangan, bagaimana para penggemar menyemangati kami, bagaimana mereka membuat kami merasa seperti di rumah, dan mereka berbicara tentang kami yang arogan, tentang kami begini atau begitu... Mungkin itu lebih banyak berbicara tentang orang-orang yang melakukan hal-hal itu daripada tentang kami,” tegasnya.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags