Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan bahwa pihaknya menghentikan serangan terhadap Iran atas permintaan rezim negara tersebut. Trump memperingatkan bahwa serangan akan dilanjutkan jika kedua pihak gagal mencapai kesepakatan gencatan senjata baru.
"Mereka meminta kami dengan sangat baik, 'Tolong berhenti, mari kita bertemu,'" kata Trump kepada wartawan di atas Air Force One, Selasa (28/7/2026). "Dan itulah posisi kita sekarang, lihat apa yang terjadi. Jika kita tidak mencapai kesepakatan, kita akan kembali ke hal yang sama," imbuhnya.
Jeda ini terjadi setelah hampir dua minggu serangan terhadap Iran. Trump dan para pembantunya kini menilai opsi militer yang tersisa.
Wakil Presiden JD Vance dan Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Dan Caine sebelumnya dilaporkan khawatir tentang eskalasi serangan, sebagian karena persediaan amunisi AS yang menipis dan potensi dampak negatif lainnya.
Trump mengakui bahwa AS bisa menggunakan amunisi yang lebih canggih seiring berkurangnya persediaan dalam perang di Iran, tetapi ia menegaskan militer memiliki apa yang dibutuhkan untuk melanjutkan konflik. "Kita berada dalam kondisi yang sangat baik. Tetapi untuk beberapa hal yang lebih canggih, kita tentu ingin memiliki lebih banyak," kata Trump.
Artikel Terkait
Serangan AS ke Iran Kembali Gagal, Trump Akhirnya Hentikan Operasi
Mantan Presiden Honduras Juan Orlando Hernandez Kembali ke Tanah Air Usai Dapat Pengampunan Trump
Iran Siap Hentikan Serangan Jika AS Juga Menghentikan Operasi Militer
Maroko Beri Nama Jalan Raya Baru dengan Nama Donald Trump