Merokok bukanlah kebutuhan, melainkan kecanduan. Demikian ditegaskan oleh dr. Bobby Jantung dalam unggahannya di media sosial. Menurutnya, tidak ada seorang pun yang benar-benar membutuhkan rokok; yang ada hanyalah ketergantungan akibat nikotin.
Nikotin dalam rokok membuat otak kecanduan. Ketika sudah candu, perokok akan merasakan berbagai gejala tidak nyaman jika tidak merokok, seperti lemas, sulit konsentrasi, emosional, linglung, bahkan sulit buang air besar. Rasa gelisah pun muncul. Setelah merokok kembali, otak mendapat asupan nikotin dan melepaskan dopamin yang membuat perokok merasa tenang.
Lantas, bagaimana cara lepas dari kecanduan nikotin? Menurut dr. Bobby, cara paling efektif adalah berhenti sekarang juga, bukan dengan mengurangi secara bertahap. Perokok harus menahan periode bebas nikotin selama tiga minggu. Ia mengakui bahwa proses ini penuh turbulensi, dengan perasaan yang naik turun.
Ia menyarankan untuk tetap bertahan, memperbanyak minum air putih setiap kali muncul keinginan merokok, dan sementara waktu menghindari teman perokok di sekitar. Pada minggu keempat, diharapkan otak kembali normal dan bebas dari candu.