Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol (Purn) Eddy Hartono mengungkapkan bahwa kelompok teror kini menargetkan perempuan, anak, dan remaja sebagai sasaran utama dalam proses perekrutan. Hal ini disampaikan dalam acara Penguatan Kolaborasi Pelaksanaan Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme Berbasis Kekerasan (RAN PE) Fase II di Jakarta, Senin (27/7).
“Perempuan, anak, remaja menjadi sasaran efektif untuk dilakukan rekrutmen,” kata Eddy. Menurut dia, pola ancaman terorisme telah berubah, dengan kelompok ekstrem memanfaatkan internet sebagai media utama perekrutan, propaganda, dan pendanaan.
“Dan oleh sebab itu, tadi Pak Menko juga mengatakan bahwa media, internet, ini menjadi sarana yang efektif untuk melakukan rekrutmen, propaganda, dan pendanaan teror,” ujarnya.
BNPT pun menjadikan perlindungan perempuan, anak, dan remaja sebagai salah satu fokus dalam pelaksanaan RAN PE Fase II. Selain pemerintah pusat, pemerintah daerah juga diharapkan aktif menjalankan program pencegahan melalui penyusunan Rencana Aksi Daerah.
“Dalam RAN PE ini, arahan Bapak Presiden menekankan prinsip-prinsip whole-of-government and whole-of-society approach. Jadi antara pemerintah, masyarakat, dan elemen masyarakat, terutama media, tokoh masyarakat, tokoh akademisi, sama-sama melakukan upaya pencegahan,” jelas Eddy.