Gremio hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Fluminense dalam lanjutan pekan ke-20 Brasileirao di Arena, Minggu (26/7/2026). Hasil ini membuat Fluminense tertahan di peringkat keempat, sementara Gremio naik ke posisi ke-15 dan menjauh dari zona degradasi setelah jeda Piala Dunia.
Fluminense unggul lebih dulu melalui penalti Hulk pada menit ke-20 babak kedua. Itu menjadi gol resmi perdana Hulk untuk klub setelah sebelumnya mencetak gol dalam laga persahabatan melawan Bahia. Pertandingan yang juga menjadi momen kembalinya Thiago Silva itu nyaris dimenangi tim tamu, sebelum debutan Gremio, Diego Caito, menyamakan kedudukan pada menit ke-44 babak kedua.
Meski terhindar dari kekalahan, performa Gremio memicu ketidakpuasan suporter. Mereka mencemooh tim dan pelatih Luis Castro sebelum, selama, dan setelah pertandingan.
Menanggapi tekanan itu, Castro menilai hasil akhir tidak adil. "Terdapat ketidakadilan yang besar pada hasil ini. Kami memiliki lima peluang, mencetak satu gol, dan lawan mencetak gol dari satu-satunya peluang yang mereka miliki melalui penalti. Itu adalah kenyataan yang murni dan kejam, ini menyakitkan. Kami tidak pantas menerima hasil ini. Ini adalah salah satu pertandingan terbaik musim ini," ujarnya.
Castro menambahkan bahwa ia menghormati reaksi emosional suporter, tetapi memiliki kewajiban profesional untuk menganalisis permainan secara taktis. "Suporter itu emosional, dan kami sangat menghormati emosi tersebut. Saya tahu persis apa yang dirasakan suporter ketika tim tidak menang. Suporter menginginkan tiga poin, kami tidak mendapatkan tiga poin tersebut. Oleh karena itu, mereka tidak puas. Satu hal adalah manifestasi dari suporter, hal lain adalah analisis pertandingan. Menganalisis momen defensif, momen ofensif, transisi, dan aspek taktis adalah kewajiban saya," kata Castro.
Pelatih asal Italia itu juga menyoroti tantangan berat di Copa Sul-Americana melawan Bolivar dan Copa do Brasil melawan Mirassol. "Kami harus melihat secara sangat rasional pada kedua pertandingan tersebut dan mengetahui apakah kami memiliki skuad atau tidak untuk mengulang sebelas pemain utama di kedua laga. Dan dengan cara apa kami akan melakukan manajemen ini? Saya pikir kita harus sangat jernih saat ini, melihat apa yang menjadi tantangan besar kami. Dimensi Gremio dan prestise Gremio di dunia sepak bola memaksa saya untuk melihat semua kompetisi dengan penuh rasa hormat dan selalu bermain untuk menang. Dan sekarang perlu dilihat dengan cara apa kita bisa memenanginya. Dan mereka adalah dua lawan yang rumit," ujarnya.
Castro memaparkan kondisi spesifik kedua lawan. "Salah satunya berada dalam posisi unggul dan yang lainnya akan memulai dari awal. Bolivar memimpin; kami harus membatalkan ketertinggalan satu gol. Dan setelah itu, Mirassol, di laga tandang, kami ingin meraih Piala. Dan itu adalah dua pertempuran besar. Kemarin kita melihat bahwa Mirassol, dari cara mereka bermain dan momen mereka saat ini. Momen mereka juga luar biasa, mereka juga memiliki banyak pemain baru," katanya.
Setelah laga pekan ke-20 ini, Fluminense dijadwalkan menghadapi Bahia, sedangkan Gremio bersiap menantang Botafogo.
Artikel Terkait
Gol Debut Diego Caito Selamatkan Gremio dari Kekalahan Lawan Fluminense
Bolivar Menangi Duel Sengit Lawan Gremio di Playoff Copa Sudamericana
Bolivar Menang Tipis 3-2 atas Gremio di Leg Pertama Playoff Copa Sudamericana
Bolivar Menang Tipis 3-2 Atas Gremio di Playoff Copa Sudamericana