Jember Fashion Carnaval 2026 Serap Ribuan Wisatawan, Dorong Ekonomi Kreatif Lokal

- Senin, 27 Juli 2026 | 08:20 WIB
Jember Fashion Carnaval 2026 Serap Ribuan Wisatawan, Dorong Ekonomi Kreatif Lokal

Jember Fashion Carnaval (JFC) 2026 yang berlangsung pada 24–26 Juli lalu sukses menyedot perhatian ribuan wisatawan dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara. Ajang tahunan ke-24 ini tidak hanya menyajikan parade busana spektakuler, tetapi juga memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata dan perekonomian lokal, terutama pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Mengusung tema "HEAL: Humanity, Earth, and Life", gelaran yang berpusat di Alun-Alun Central Park, Kabupaten Jember, Jawa Timur, ini menjadi bagian dari Karisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata. Karnaval busana jalanan ini mengangkat pesan kepedulian terhadap manusia, bumi, dan kehidupan.

Puncak acara Grand Carnival dibuka dengan pertunjukan teatrikal kolosal "Dewi Bumi" yang memukau ribuan penonton. Selanjutnya, ratusan peserta dari delapan defile berparade sepanjang 3,6 kilometer dari kawasan Central Park menuju GOR PKPSO Kaliwates. Acara tersebut dihadiri Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardana, Bupati Jember Muhammad Fawaid, Presiden JFC Budi Setiawan, serta sejumlah pejabat lainnya.

Presiden JFC Budi Setiawan mengapresiasi antusiasme masyarakat dan seluruh pihak yang terlibat. "JFC 2026 membuktikan bahwa seni kostum dan budaya mampu menjadi media yang efektif untuk menyampaikan pesan global tentang keberlanjutan lingkungan. Kehadiran ribuan wisatawan dari berbagai daerah hingga mancanegara menjadi bukti nyata bahwa kreativitas anak bangsa adalah magnet utama pariwisata daerah," ujarnya.

Efek ke Ekonomi Kreatif

Penyelenggaraan JFC ke-24 juga memberikan dampak ekonomi bagi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Jember. Tingkat okupansi hotel meningkat selama akhir pekan pelaksanaan festival, sementara pasar kreatif UMKM dan sentra kuliner di sekitar lokasi acara ramai dikunjungi wisatawan. Melalui dukungan program KEN, JFC dinilai mampu menjadi sarana promosi pariwisata daerah sekaligus mendorong pergerakan wisatawan domestik dan mancanegara.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardana menyampaikan apresiasi terhadap konsistensi JFC dalam mengembangkan industri kreatif dan pariwisata. "Kementerian Pariwisata sangat mengapresiasi konsistensi Jember Fashion Carnaval dalam merawat dan memajukan industri kreatif Indonesia. Sebagai bagian dari KEN, JFC tidak hanya sukses mendorong pergerakan wisatawan domestik dan mancanegara, tetapi juga menjadi contoh bagaimana sebuah event budaya mampu memberikan dampak berganda bagi sektor perhotelan, transportasi, kuliner, hingga perajin lokal," ujarnya.

Dampak ekonomi juga dirasakan pelaku UMKM. Sebanyak 40 stan produk unggulan yang dikoordinasikan Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan Kabupaten Jember memadati kawasan festival. Para pelaku usaha, mulai dari pedagang kuliner hingga produk fesyen, mencatat peningkatan omzet selama acara berlangsung. Selain itu, para seniman dan peserta dari berbagai daerah turut memanfaatkan JFC sebagai ruang berekspresi sekaligus sarana pelestarian budaya melalui karya busana yang ditampilkan.

Keberhasilan penyelenggaraan JFC 2026 semakin memperkuat posisi Kabupaten Jember sebagai salah satu destinasi penyelenggara festival berskala internasional sekaligus mendukung promosi pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags