Citi Proyeksi The Fed Pertahankan Suku Bunga di Tengah Kenaikan Harga Minyak

- Senin, 27 Juli 2026 | 07:15 WIB
Citi Proyeksi The Fed Pertahankan Suku Bunga di Tengah Kenaikan Harga Minyak

Federal Reserve (The Fed) diperkirakan akan kembali menahan suku bunga pada pertemuan pekan ini, meskipun harga minyak mentah melonjak. Bank investasi Citi menilai pasar terlalu cepat berspekulasi soal kemungkinan kenaikan suku bunga, mengingat data inflasi dan pasar tenaga kerja terbaru justru menunjukkan tekanan harga mulai mereda.

Pertemuan The Fed pada Rabu (29/7/2026) mendatang menjadi ajang pembuktian arah kebijakan moneter. Pasar sebelumnya memperkirakan sekitar 30 persen kemungkinan kenaikan suku bunga setelah harga minyak mentah naik tajam. Namun, Citi dalam laporannya, Senin (27/7/2026), menyebut inflasi inti Juni yang lebih rendah dari perkiraan dan perlambatan pertumbuhan penggajian membuat alasan untuk mengetatkan kebijakan menjadi lemah.

“Para pejabat The Fed telah memilih untuk tidak menaikkan suku bunga pada Juni lalu. Dengan data terbaru, sulit membenarkan pengetatan sekarang,” tulis analis Citi.

Bank tersebut memperkirakan keputusan mempertahankan suku bunga, meskipun ada perbedaan pendapat dari sejumlah pejabat, akan ditafsirkan sebagai sikap yang cenderung dovish. Imbasnya, imbal hasil obligasi pemerintah AS berpotensi turun dan dolar AS melemah.

Citi melihat setidaknya dua pejabat The Fed kemungkinan akan memilih kenaikan suku bunga: Presiden Federal Reserve Cleveland, Beth Hammack, dan Presiden Federal Reserve Dallas, Lorie Logan. Jika lebih dari dua suara berbeda pendapat, itu bisa menjadi sinyal hawkish yang lebih kuat.

Meski demikian, mayoritas pembuat kebijakan diproyeksikan menyimpulkan bahwa ekonomi tidak mengalami overheating. Citi mengutip pertumbuhan lapangan kerja yang moderat, penurunan tajam partisipasi angkatan kerja, serta data CPI inti Juni yang konsisten dengan tren inflasi sebelum pandemi sebagai faktor pendukung.

Beberapa investor sempat memperkirakan Ketua The Fed, Kevin Warsh, akan merespons kenaikan harga minyak dengan kenaikan suku bunga mengejutkan demi menjaga kredibilitas. Namun, Citi berpendapat langkah itu tidak sejalan dengan ekspektasi inflasi berbasis pasar yang menurun dan pernyataan Warsh sebelumnya bahwa guncangan harga dari sisi penawaran tidak otomatis memicu kebijakan moneter lebih ketat.

Pada konferensi pers pasca-pertemuan, Citi memperkirakan Warsh akan menghindari memberikan panduan ke depan yang jelas, sesuai dengan preferensinya untuk tidak memberi banyak indikasi soal jalur kebijakan. Pengulangan pernyataan yang meremehkan inflasi berbasis AI atau penekanan pada ukuran inflasi lain bisa diartikan sebagai langkah dovish.

Ke depan, Citi memperkirakan data pasar tenaga kerja yang lebih lemah dan inflasi rendah dalam beberapa bulan akan menghilangkan ekspektasi kenaikan suku bunga lebih lanjut. Hal itu membuka jalan bagi The Fed untuk kembali memangkas suku bunga paling cepat pada Oktober.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags