Tawuran antara geng motor dan warga kembali pecah di perempatan Jalan Bandang dan Jalan Tinumbu, Kecamatan Bontoala, Makassar, Jumat (24/7/2026) sekitar pukul 05.00 Wita. Insiden ini merupakan bentrokan kedua dalam sepekan di titik yang sama.
Polisi menyebut kelompok geng motor mendatangi lokasi hingga empat kali secara berturut-turut sebelum situasi berubah menjadi aksi saling serang. Kasi Humas Polrestabes Makassar Kompol Wahiduddin mengatakan provokasi pertama terjadi saat saksi mendengar suara motor dari depan rumah lalu melihat rombongan datang, tetapi tidak mendapat respons dari warga.
"Saksi di dalam rumah, tiba-tiba mendengar suara geberan gas motor dari arah depan sehingga langsung keluar dan melihat beberapa rombongan datang melakukan provokasi namun tidak ada warga yang menggubris. Sehingga kelompok tersebut langsung putar balik," kata Wahiduddin kepada wartawan, Jumat, 24 Juli 2026.
Tidak lama kemudian, rombongan yang sama kembali datang dengan jumlah lebih besar. Polisi mencatat sekitar 30 unit motor datang saling berboncengan lalu melepaskan petasan ke arah rumah warga.
"Tidak lama kemudian kelompok tersebut kembali datang dengan jumlah yang lebih banyak sekitar 30 unit saling berboncengan dan langsung melakukan penyerangan dengan cara menembakkan petasan sehingga warga sekitar langsung keluar," ujar Wahiduddin.
Saat warga keluar, para pelaku disebut mengacungkan senjata tajam berupa anak panah busur, parang, dan samurai. Warga di lokasi lalu melakukan perlawanan dengan melempari batu hingga bentrokan menjalar dari perempatan Jalan Bandang dan Jalan Tinumbu ke Jalan Andalas.
"Beberapa orang dari pelaku terlihat mengeluarkan senjata tajam jenis anak panah busur serta parang, samurai dan melakukan pengancaman terhadap warga sehingga gabungan warga langsung melakukan perlawanan dengan menggunakan batu," jelas Wahiduddin.
Setelah menerima laporan, polisi bergerak ke lokasi untuk melakukan penyisiran. Petugas kemudian membubarkan bentrokan hingga situasi kembali kondusif. Wahiduddin menegaskan aksi penyerangan itu terjadi berulang kali dalam satu rangkaian kejadian.
"Bahwa kejadian tersebut terjadi sebanyak empat kali secara berturut-turut oleh para pelaku. Anggota menyita barang bukti tiga anak panah busur dan ketapelnya," pungkasnya.
Sebelumnya, bentrokan serupa juga terjadi di perempatan Jalan Bandang dan Jalan Tinumbu Pendek pada Jumat, 17 Juli 2026, sekitar pukul 02.45 Wita. Saat itu, polisi juga menyebut keributan bermula dari dugaan provokasi sekelompok pengendara motor terhadap warga sekitar.
Artikel Terkait
Latihan Pestapora Makassar Hadirkan Deretan Musisi, Tiket Bisa Dibeli via BRImo
Tawuran di Karawang, Telapak Tangan Remaja Putus Terkena Sabetan Senjata Tajam
Vonis 10 Tahun Penjara untuk Terdakwa Utama Penculikan Balita di Makassar
Jenazah Keempat KM Nurul Salsa Tiba di Makassar, Identifikasi Terkendala Pembusukan