Di tengah meningkatnya suhu udara dan keterbatasan pasokan air, petani di Al Qalyubia, Mesir, mulai membudidayakan buah pir berduri dari tanaman kaktus. Tanaman ini dinilai lebih tahan terhadap cuaca ekstrem dan hanya membutuhkan sedikit air untuk tumbuh.
Seorang petani setempat mengatakan bahwa perubahan iklim mendorong mereka beralih ke tanaman yang lebih adaptif. "Meningkatnya suhu udara serta keterbatasan pasokan air mendorong kami beralih ke tanaman yang lebih adaptif terhadap perubahan iklim," ujarnya.
Pir berduri menjadi salah satu komoditas yang mampu bertahan tanpa irigasi intensif. Selain tahan kekeringan, buah ini juga memiliki nilai ekonomi menjanjikan karena permintaan pasar terus meningkat.
Artikel Terkait
Mesir Bangga pada Timnas Meski Tersingkir, Kecam Keputusan Wasit
Mesir Resmi Protes ke FIFA atas Kepemimpinan Wasit Lawan Argentina
Mesir Tersingkir Dramatis dari Piala Dunia 2026, Presiden El-Sisi Tetap Apresiasi Perjuangan Tim
Kemenangan Argentina Atas Mesir Tuai Kontroversi, Wasit dan VAR Dituding Berat Sebelah