Di tengah meningkatnya suhu udara dan keterbatasan pasokan air, petani di Al Qalyubia, Mesir, mulai membudidayakan buah pir berduri dari tanaman kaktus. Tanaman ini dinilai lebih tahan terhadap cuaca ekstrem dan hanya membutuhkan sedikit air untuk tumbuh.
Seorang petani setempat mengatakan bahwa perubahan iklim mendorong mereka beralih ke tanaman yang lebih adaptif. "Meningkatnya suhu udara serta keterbatasan pasokan air mendorong kami beralih ke tanaman yang lebih adaptif terhadap perubahan iklim," ujarnya.
Pir berduri menjadi salah satu komoditas yang mampu bertahan tanpa irigasi intensif. Selain tahan kekeringan, buah ini juga memiliki nilai ekonomi menjanjikan karena permintaan pasar terus meningkat.
Artikel Terkait
Pelatih Timnas Mesir Pingsan Saat Melerai Pertengkaran Dua Istrinya
Interpol Terbitkan Red Notice untuk Syekh Ahmad Al Misry, Buron Kasus Pelecehan Santri
Gempa 5,3 SR Guncang Timur Laut Suez, Getaran Terasa hingga Kairo
Hamza Abdelkarim Cetak Brace dan Sujud Syukur di Debut Barcelona