Gelombang Panas Ekstrem di Penjara Tunisia, Pemimpin Oposisi Pingsan

- Kamis, 23 Juli 2026 | 12:25 WIB
Gelombang Panas Ekstrem di Penjara Tunisia, Pemimpin Oposisi Pingsan

Gelombang panas yang melanda Tunisia memperburuk kondisi para narapidana di Penjara Mornaguia. Pemimpin oposisi Rached Ghannouchi, 85 tahun, sempat kehilangan kesadaran akibat suhu yang mencapai 52 derajat Celsius di dalam penjara, menurut kesaksian seorang pengunjung.

Haifa Chebbi, putri dari politisi oposisi Ahmed Nejib Chebbi yang juga dipenjara, menyampaikan hal itu dalam video langsung di Facebook setelah menjenguk ayahnya pada Selasa. Ia mengaku melihat Ghannouchi pingsan di tengah cuaca panas yang menyengat. "Saya hampir tidak bisa bernapas atau berjalan dengan kaki sendiri saat keluar dari penjara," ujarnya.

Menurut Haifa, suhu di dalam penjara mencapai 52 derajat Celsius. Para tahanan menghabiskan sebagian besar waktu di dalam sel seluas 16 meter persegi dan hanya diizinkan dua jam sehari di luar ruangan.

Ahmed Nejib Chebbi, ayah Haifa, adalah salah satu pendiri Front Keselamatan Nasional pada 2022, koalisi yang menentang pemerintahan Presiden Kais Saied. Ia termasuk 37 tokoh oposisi yang dihukum 12 tahun penjara pada 2025 atas tuduhan konspirasi melawan keamanan negara. Kepala HAM PBB Volker Turk menyebut pemenjaraan itu sebagai "kemunduran bagi keadilan dan supremasi hukum" dan menuding prosesnya sarat pelanggaran hak atas peradilan yang adil.

Ghannouchi, mantan ketua parlemen dan pemimpin Partai Ennahda, telah dipenjara sejak 2023. Pada 30 April lalu ia sempat dilarikan ke rumah sakit karena kondisi fisiknya menurun drastis, namun kini kembali ke Penjara Mornaguia.

Haifa menekankan bahwa ia tidak menyalahkan staf penjara. "Petugas telah melakukan semua yang mereka bisa, dan tahanan lansia mendapat perhatian khusus," katanya. Namun insiden itu, menurutnya, menyoroti dampak buruk kondisi penjara terhadap tahanan lanjut usia yang sebagian telah menjalani musim panas keempat di balik jeruji.

Ia menyebut sejumlah tokoh oposisi lain yang dipenjara, termasuk pengacara Abir Moussi, Ayachi Hammami, jurnalis Ziad El Hani, dan aktivis Chaima Issa. Haifa juga mengaitkan penahanan ini dengan krisis air dan listrik yang meluas hingga ke luar penjara, dan menyerukan rakyat Tunisia untuk bertindak demi perubahan politik. "Kita bertanggung jawab atas semua yang akan terjadi, baik negatif maupun positif," tegasnya.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags