Hotman Paris Jalani Operasi Saraf Kejepit di Singapura, Kini Harus Kembali ke RS karena Luka Bekas Operasi

- Kamis, 23 Juli 2026 | 12:00 WIB
Hotman Paris Jalani Operasi Saraf Kejepit di Singapura, Kini Harus Kembali ke RS karena Luka Bekas Operasi

Pengacara kondang Hotman Paris mendadak menjadi perbincangan setelah mengumumkan mundur dari pendampingan hukum eks Jampidsus Febrie Adriansyah. Tak berselang lama, ia mengunggah foto dirinya duduk di kursi roda. Ternyata, Hotman tengah bergulat dengan masalah kesehatan serius: saraf kejepit di ruas L4 dan L5.

Dalam unggahan Instagram-nya, Kamis (23/7/2026), Hotman mengaku telah menjalani operasi saraf kejepit di sebuah rumah sakit di Singapura. Namun, ia harus kembali ke negara tersebut karena timbul masalah pada luka bekas operasi. "Saat operasi saraf kejepit L4 dan L5 di rumah sakit Singapura. Akan OTW Singapura karena ada masalah di luka bekas operasi," tulisnya.

Foto yang diunggah memperlihatkan Hotman mengenakan pakaian rumah sakit sambil didorong menggunakan kursi roda. Kondisi itu langsung menuai simpati warganet. "Apa pun persoalannya, kita sebagai umat manusia ada baiknya saling mendoakan," tulis seorang netizen. "Cepat sembuh Om Hotman," komentar lainnya.

Apa Itu Saraf Kejepit L4 dan L5?

Saraf kejepit L4 dan L5 terjadi ketika akar saraf di antara ruas tulang belakang lumbal keempat dan kelima mendapat tekanan. Tekanan ini umumnya disebabkan oleh bantalan tulang belakang (diskus) yang menonjol atau pecah, sehingga menekan saraf di sekitarnya. Ruas L4-L5 merupakan salah satu bagian tulang belakang yang paling sering terganggu karena menanggung beban tubuh besar dan menjadi pusat pergerakan saat membungkuk, mengangkat beban, atau berputar.

Gejala yang muncul tidak hanya nyeri punggung bawah, tetapi juga bisa menjalar ke bokong, paha, betis, hingga kaki (sciatica). Penderita juga kerap merasakan kesemutan, mati rasa, otot kaki lemah, sulit berdiri atau berjalan lama, serta nyeri yang bertambah saat batuk, bersin, atau duduk terlalu lama. Pada kasus berat, gangguan kontrol buang air kecil dan besar bisa terjadi dan memerlukan penanganan darurat.

Penyebab saraf kejepit di ruas L4-L5 beragam, mulai dari hernia nukleus pulposus (HNP), penuaan yang membuat bantalan menipis, cedera akibat kecelakaan atau olahraga, kebiasaan mengangkat beban berat dengan posisi salah, obesitas, hingga duduk terlalu lama tanpa perubahan posisi.

Sebagian besar kasus saraf kejepit sebenarnya bisa membaik dengan terapi konservatif seperti obat antinyeri, fisioterapi, dan perubahan gaya hidup. Namun, operasi dipertimbangkan jika nyeri tak kunjung reda setelah beberapa minggu hingga bulan, muncul kelemahan otot yang makin berat, atau terjadi gangguan fungsi saraf yang mengganggu aktivitas sehari-hari.

Hingga kini, Hotman Paris belum memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai kondisi luka pascaoperasi yang membuatnya harus kembali ke Singapura. Publik terus memberikan dukungan dan doa agar proses pemulihannya berjalan lancar.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags