Pencarian 16 korban KM Nurul Salsa yang masih hilang memasuki babak baru. Tim SAR gabungan kini memusatkan operasi di wilayah Kepulauan Sabalana, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Sulawesi Selatan, pada Kamis (22/7/2026). Pergeseran fokus ini didasarkan pada analisis arus laut dan evaluasi operasi sebelumnya, sementara jalur perairan menuju Nusa Tenggara Barat juga mulai dipantau.
Keputusan ini menjadi perkembangan penting pada hari kesembilan pencarian. Area yang disasar bukan lagi titik awal tenggelam di perairan Selayar, melainkan zona yang diperkirakan menjadi lintasan korban setelah berhari-hari terbawa arus.
Kasi Operasi Kantor Basarnas Makassar, Andi Sultan, mengatakan Sabalana dipilih karena dinilai paling mungkin menjadi arah sebaran korban berdasarkan perhitungan di lapangan. "Difokuskan di wilayah Kepulauan Sabalana yang diperkirakan menjadi area pergerakan korban berdasarkan analisis arus laut dan evaluasi operasi sebelumnya," ujarnya, Rabu (22/7/2026).
Dua sektor dibagi untuk mempercepat penyisiran. Search and Rescue Unit pertama menggunakan KN SAR Pacitan dan Rigid Inflatable Boat untuk menyisir bagian timur, terutama pulau-pulau kosong tak berpenghuni. Sementara SRU kedua menggunakan KLM Mattoangin untuk menyapu bagian barat kepulauan.
Operasi tidak berhenti di Sabalana. Tim SAR juga memperluas perhatian ke arah perairan yang mengarah ke Nusa Tenggara Barat setelah analisis arus menunjukkan kemungkinan objek hanyut bergerak ke sana. "Berdasarkan analisis data arus laut, terdapat potensi objek hanyut bergerak ke arah perairan Nusa Tenggara Barat. Oleh karena itu, pencarian juga akan terus kami laksanakan dan pantau pada jalur perairan yang mengarah ke wilayah NTB dengan berkoordinasi bersama seluruh unsur SAR terkait," kata Andi Sultan.
Di tengah perluasan area, tim di lapangan masih menghadapi kendala cuaca. Gelombang tinggi di sekitar Sabalana membuat pergerakan personel dan alutsista harus lebih hati-hati, meski intensitas pencarian tidak dikurangi. "Kendala utama yang kami hadapi saat ini adalah kondisi gelombang yang cukup tinggi. Keselamatan personel tetap menjadi prioritas," ujar Andi Sultan.
Hingga Kamis (23/7/2026), dari total 78 orang di atas KM Nurul Salsa, 59 orang ditemukan selamat, tiga meninggal dunia, dan 16 lainnya masih dalam pencarian. Salah satu jenazah masih menunggu identifikasi dari tim DVI.
Basarnas meminta nelayan dan warga yang beraktivitas di sekitar Sabalana hingga perairan perbatasan NTB segera melapor jika menemukan tanda-tanda keberadaan korban atau benda yang diduga berkaitan dengan KM Nurul Salsa. Evaluasi operasi akan terus dilakukan setiap hari berdasarkan perkembangan cuaca, temuan di lapangan, dan pembacaan arus laut terbaru.
Artikel Terkait
Hari Kedelapan Pencarian KM Nurul Salsa, Tim SAR Fokus di Kepulauan Sabalana
Diska Yanti, Bocah 7 Tahun yang Kehilangan Kedua Orang Tua di Tengah Laut
Dua Jenazah Korban KM Nurul Salsa Tiba di Makassar, 16 Lainnya Masih Dicari
Kisah Penumpang Selamat KM Nurul Salsa: Berusaha Menyelamatkan Bocah Naurah