Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah I Jakarta Selatan, Santoso, menyampaikan permintaan maaf kepada orang tua murid SDN Kebayoran Lama Selatan 09 yang selama hampir dua tahun harus menumpang di sekolah lain. Bangunan sekolah mereka roboh pada 2024, sehingga kegiatan belajar mengajar dialihkan ke SDN Kebayoran Lama Selatan 11 dengan sistem bergantian.
Permintaan maaf itu disampaikan Santoso menanggapi keluhan sejumlah wali murid yang menilai proses belajar kurang optimal. Ia mengakui adanya pergeseran jadwal, termasuk untuk kegiatan ekstrakurikuler. "Tentunya ini saya mohon maaf kepada orang tua, tentunya kepada masyarakat yang anak-anaknya sekolah di sini belum optimal terlayani dengan baik," ujarnya saat ditemui di SDN Kebayoran Lama Selatan 09, Kamis (23/7).
Meski demikian, Santoso memastikan Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta terus mencari solusi agar hak belajar siswa tetap terpenuhi hingga pembangunan sekolah selesai. "Kami akan melakukan solusi-solusi lain agar anak tetap mendapatkan haknya," katanya.
Setelah bangunan roboh, Dinas Pendidikan merencanakan penggabungan SDN KLS 09 dan SDN KLS 11 menjadi satu sekolah. Kedua sekolah berada dalam satu kompleks dan jumlah rombongan belajar memungkinkan untuk digabung. "Setelah kejadian roboh, selain kami memindahkan kegiatan belajar mengajar, juga kami merencanakan penggabungan dua sekolah ini menjadi satu. Berdasarkan ketentuan dan aturan memungkinkan," jelas Santoso.
Nantinya akan dibangun satu gedung baru di lahan SDN KLS 09 dengan konsep vertikal. Penggabungan diharapkan membuat pengelolaan lebih efektif dan menyediakan ruang terbuka lebih luas bagi siswa. "Konsep bangunannya akan vertikal, dan kita punya ruang terbuka lebih luas, juga ruang area untuk kegiatan siswa-siswi secara outdoor itu juga lebih banyak lagi," kata Santoso.
Kepala SDN Kebayoran Lama Selatan 09, Kenhayati Dwi, memastikan seluruh siswa tetap difasilitasi untuk belajar meski menumpang. Sebanyak 270 siswa belajar secara bergantian dengan SDN KLS 11 setiap Senin hingga Jumat, mulai pukul 13.00 WIB hingga 17.00 WIB. Kegiatan ekstrakurikuler tetap berjalan dengan penyesuaian jadwal. "Karena kami menumpang, jadi kami sekolahnya bergantian dengan KLS 11. Tidak ada hal-hal yang menghambat. Kami bekerja sama dengan KLS 11, semua siswa terfasilitasi dengan baik," ujar Kenhayati.
Ia berharap para siswa tetap mendapat layanan pendidikan yang layak meski belum bisa kembali ke gedung sendiri. "Harapannya semua siswa itu terfasilitasi pembelajarannya dengan baik, tidak kurang suatu apa pun. Semuanya bisa belajar dengan baik dan prestasinya juga tetap meningkat," tuturnya.
Artikel Terkait
Renovasi SDN Kebayoran Lama Selatan 09 yang Roboh Ditargetkan Tahun Depan
SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Roboh Dua Tahun Lalu, Nasib Perbaikan Tak Jelas
Gedung SD Roboh di Jaksel Terbengkalai, Ratusan Siswa Terpaksa Belajar Siang