Trump Ancam Bombardir Infrastruktur Iran, Harga Minyak Dunia Kembali Melonjak

- Kamis, 23 Juli 2026 | 08:00 WIB
Trump Ancam Bombardir Infrastruktur Iran, Harga Minyak Dunia Kembali Melonjak

Harga minyak dunia kembali melonjak setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali mengancam akan membombardir jembatan dan pembangkit listrik di Iran. Ancaman itu disertai pernyataan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio yang menilai Teheran tidak menunjukkan keseriusan untuk mencapai kesepakatan guna mengakhiri konflik.

Pada perdagangan Kamis (23/7/2026), minyak mentah jenis Brent naik 1,57 persen ke level 95,64 dolar AS per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS menguat sekitar 1,24 persen ke 87,91 dolar AS per barel. Sepanjang bulan ini, harga minyak mentah telah melonjak lebih dari 20 persen seiring meningkatnya eskalasi konflik antara AS dan Iran.

Dalam pertemuan para menteri luar negeri ASEAN di Filipina, Rubio menegaskan Washington masih membuka peluang penyelesaian konflik melalui jalur diplomatik. "Amerika Serikat ingin mencapai penyelesaian diplomatik. Kami ingin mencapai kesepakatan jika hal itu memungkinkan dengan Iran," kata Rubio kepada wartawan.

Namun, menurut Rubio, Iran tidak menunjukkan itikad serius untuk mencapai kesepakatan. Dia mengatakan, Teheran telah menyepakati sejumlah komitmen dalam nota kesepahaman yang dicapai bulan lalu, tetapi melanggarnya hanya dalam waktu dua pekan. Rubio juga memastikan militer AS akan terus menjaga keamanan jalur pelayaran di Selat Hormuz. "Kami akan terus melindungi jalur pelayaran, dan kami berharap negara-negara lain ikut bergabung dalam upaya tersebut. Presiden memiliki banyak pilihan apabila mereka terus tidak bersikap kooperatif," tuturnya.

Sementara itu, kelompok Houthi di Yaman yang didukung Iran mengumumkan embargo terhadap kapal-kapal yang mengangkut atau memuat barang di pelabuhan Arab Saudi. Embargo tersebut berpotensi mengganggu ekspor minyak Arab Saudi yang dialihkan ke Laut Merah sebagai kompensasi atas terganggunya pasokan melalui Selat Hormuz.

Trump Ancam Bombardir Infrastruktur Iran

Trump kembali melontarkan ancaman terhadap Iran. Dalam unggahan di media sosial Truth Social, dia menyatakan Amerika Serikat akan menyerang jembatan maupun pembangkit listrik di Iran apabila Teheran menyerang kapal yang melintas di Selat Hormuz. "Mulai saat ini, setiap kali Republik Islam Iran menembaki kapal di Selat Hormuz, baik menggunakan rudal, roket, drone maupun senjata lainnya, Amerika Serikat akan membombardir dan menghancurkan satu jembatan atau pembangkit listrik, termasuk yang berada di dekat atau di ibu kota Teheran," tulis Trump.

Di sisi lain, Komando Tempur Departemen Pertahanan Amerika Serikat (CENTCOM) menyebut pihaknya telah melancarkan serangan ke Iran selama 11 malam berturut-turut. Serangan tersebut menyasar pusat operasi militer Iran, kemampuan maritim, hanggar pesawat, fasilitas penyimpanan drone, serta infrastruktur logistik militer.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags