Kebutuhan dasar manusia meliputi pangan, sandang, dan papan. Rumah sebagai tempat tinggal menjadi salah satu indikator penting dalam menentukan tingkat kesejahteraan. Namun, masih banyak warga yang tinggal di rumah tidak layak huni karena keterbatasan ekonomi.
Secara nasional, backlog perumahan mencapai 15 juta unit, menunjukkan tingginya kebutuhan rumah yang tidak terpenuhi. Sementara itu, data rumah tidak layak huni secara nasional mencapai 43,3 juta rumah tangga. Di Madura, berdasarkan data BPS, rumah layak huni hanya 71 persen, atau 29 persen rumah warga Madura tidak layak huni. Angka ini lebih rendah dibandingkan daerah lain di Jawa Timur yang rata-rata mencapai 80 persen.
Atas dasar itu, anggota DPR RI dapil XI Jawa Timur, Said Abdullah, memutuskan untuk menyalurkan seluruh uang resesnya guna membantu warga memperbaiki rumah. "Pada reses periode ini, saya menyalurkan sepenuhnya uang reses untuk membantu warga di Sumenep memperbaiki rumah mereka," ujarnya.
Penyaluran bantuan dilakukan secara simbolis pada Rabu (22/7) di Pulau Talango, Kabupaten Sumenep. Bantuan diberikan kepada warga di lima desa di Kecamatan Talango, yakni Desa Onggan Padike, Jate Laok, Tanjung Alang, Jate Daya, Lembana, Galise Daya, Galise Laok, Sakola'an, Masjid, Baru, Gedungan, Guntong, Pesisir, Jeruk Porot, Sarotak, Ellong, Andun, Jamaleng, dan Sarotak. Total mencakup 19 dusun.
Penerima bantuan adalah warga yang masuk dalam desil 1 hingga 3, yaitu golongan sangat miskin, miskin, dan hampir miskin. Tim lapangan telah melakukan verifikasi fisik untuk memastikan kelayakan penerima. Setelah bantuan tunai disalurkan, tim juga melakukan monitoring untuk memastikan perbaikan rumah berjalan sesuai rencana.
Artikel Terkait
Anggaran Makan Bergizi Gratis Dipangkas Rp94 Triliun pada RAPBN 2027
Banggar DPR Bantah Anggaran Transfer ke Daerah Turun di 2027
Anggaran Makan Bergizi Gratis Dipangkas Lagi, Tahun Depan Jadi Rp174 Triliun
Anggaran Makan Bergizi Gratis Dipangkas, Said Abdullah Pastikan Kualitas Tetap Terjaga