Menlu ASEAN Bertemu di Manila, Perang Iran Jadi Sorotan Utama

- Senin, 20 Juli 2026 | 15:50 WIB
Menlu ASEAN Bertemu di Manila, Perang Iran Jadi Sorotan Utama

Para menteri luar negeri Asia Tenggara akan berkumpul di Manila, Filipina, pekan ini dalam forum yang juga dihadiri mitra dari Barat dan Asia, termasuk Amerika Serikat, China, Rusia, dan Uni Eropa. Pertemuan tingkat menteri Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) ini akan membahas sejumlah konflik global, dengan pertempuran terbaru di Iran menjadi agenda utama.

Filipina, yang memegang jabatan ketua blok regional tahun ini, menjadi tuan rumah pertemuan tersebut. Para menlu ASEAN dijadwalkan bertemu pada Selasa untuk membahas isu-isu utama, termasuk permusuhan yang semakin meluas antara AS dan Iran. Mereka berencana mengeluarkan pernyataan bersama yang menyatakan keprihatinan atas perkembangan itu dan mendesak kedua belah pihak melanjutkan pembicaraan, kata dua diplomat Asia Tenggara kepada Associated Press.

Pertempuran di Iran kembali mengancam lalu lintas pengiriman di Selat Hormuz, jalur maritim yang biasanya dilintasi 20 persen pasokan minyak global. Asia Tenggara, yang sangat bergantung pada minyak dan gas Timur Tengah, rentan terhadap guncangan pasokan dan harga yang dipicu perang.

Selain konflik eksternal, para menlu ASEAN juga menghadapi tekanan untuk menyelesaikan konflik di kawasan sendiri, terutama perang saudara di Myanmar dan sengketa di Laut China Selatan. Sejak militer Myanmar merebut kekuasaan dari pemerintah demokratis pimpinan Aung San Suu Kyi pada 2021, lebih dari 8.100 orang tewas dalam pertempuran dan hampir 22.500 orang masih ditahan.

Rencana perdamaian lima poin yang dikeluarkan para pemimpin ASEAN pada 2021 gagal mengakhiri kekerasan di Myanmar, terutama karena ketidakpatuhan pemerintah yang didukung militer. Akibatnya, para pemimpin Myanmar dilarang menghadiri pertemuan tingkat tinggi ASEAN, termasuk pertemuan pekan ini di Manila.

Untuk memecah kebuntuan, para menlu ASEAN bertemu dengan rekan mereka dari Myanmar untuk pertama kalinya dalam lima tahun di Bangkok awal bulan ini. Dalam pertemuan itu, mereka memperbarui seruan untuk meredakan kekerasan dan mendorong dialog di antara semua kelompok yang bertikai.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags