Banjir besar yang melanda Manila dan sekitarnya membawa berton-ton sampah memenuhi sungai di Kota Paranaque, pinggiran ibu kota Filipina, Selasa (11/8/2026). Para pekerja terlihat mendayung perahu plastik melewati tumpukan sampah yang terbawa arus di dekat kompleks perbelanjaan.
Sampah yang mengapung itu berupa plastik bekas, ban, pakaian, hingga styrofoam. Kondisi ini dipicu oleh hujan deras monsun barat daya yang dikenal sebagai 'habagat', diperparah dengan fenomena air pasang tinggi.
Pihak berwenang setempat mengimbau masyarakat untuk tidak membuang sampah ke perairan, termasuk sungai dan kanal, agar kejadian serupa tidak terulang. Imbauan ini disampaikan menyusul banyaknya sampah yang menyumbat aliran sungai dan memperparah genangan.
Sementara itu, dampak banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Filipina telah menewaskan sedikitnya 16 orang, menurut petugas penyelamat. Korban jiwa tersebar di beberapa daerah yang terdampak bencana.
Artikel Terkait
Warga AS dan Israel Terlibat Perkelahian di Bandara Manila
Banjir Dahsyat Landa Assam, 97 Orang Tewas
Kemensos Salurkan Bantuan Rp1,4 Miliar untuk Korban Banjir dan Longsor di Padang
Banjir Rendam Empat Kelurahan di Tapanuli Tengah, Ratusan Warga Masih Mengungsi