Lionel Scaloni tak kuasa menahan air mata setelah Argentina kalah 0-1 dari Spanyol pada final Piala Dunia 2026, Senin (20/7/2026) dini hari WIB. Pelatih Tim Tango itu bahkan memberi sinyal kuat akan mengakhiri masa jabatannya saat kontraknya berakhir pada Desember mendatang.
Kekalahan di partai puncak membuat Argentina gagal mempertahankan gelar juara dunia yang mereka raih pada Piala Dunia 2022 di Qatar. Spanyol keluar sebagai kampiun setelah Ferran Torres mencetak gol kemenangan pada babak perpanjangan waktu.
Scaloni datang ke final dengan peluang mencatat sejarah sebagai pelatih kedua yang mampu mempertahankan trofi Piala Dunia. Namun, ambisi tersebut pupus setelah tim asuhan Luis de la Fuente tampil lebih baik dan mengamankan kemenangan 1-0.
Dalam konferensi pers setelah pertandingan, suasana berubah emosional ketika Scaloni mendapat pertanyaan mengenai masa depannya bersama Timnas Argentina.
Lionel Scaloni Beri Isyarat Akan Pergi
Dengan suara bergetar, Scaloni mengaku akan berdiskusi terlebih dahulu dengan Presiden Federasi Sepak Bola Argentina sebelum mengambil keputusan.
"Saya akan berbicara dengan presiden. Saya sudah memiliki gambaran mengenai apa yang ingin saya lakukan. Saya akan menyelesaikan kontrak saya dan saya merasa perlu berpikir, saya tidak tahu apakah sesuatu sebesar ini bisa dilakukan lagi. Kami perlu membicarakannya," ujarnya.
Dia juga mengungkapkan rasa terima kasih kepada pihak yang telah memberinya kesempatan menangani Timnas Argentina.
"Saya berterima kasih kepada presiden karena telah memberi saya kesempatan berada di posisi seperti sekarang. Ini adalah tempat impian bagi semua orang. Kami sudah berusaha hingga menit terakhir memberikan yang terbaik, baik staf pelatih maupun para pemain. Saya rasa wajar jika saya mengambil waktu untuk diri sendiri dan memikirkan semuanya," kata Scaloni.
Scaloni kemudian kembali berhenti sejenak karena emosinya memuncak. Dengan mata berkaca-kaca, dia berkata, "Bersabarlah dengan saya, saya tidak tahu apakah saya bisa melanjutkan."
Dia melanjutkan, "Tempat ini luar biasa, ini adalah tempat impian. Kami, termasuk staf pelatih, tidak pernah membayangkan bisa berada di posisi seperti sekarang."
Menurut Scaloni, melanjutkan pekerjaan sebagai pelatih Timnas Argentina bukan perkara mudah karena dibutuhkan energi besar untuk membangun kembali tim yang solid.
"Untuk terus melanjutkan, Anda membutuhkan banyak hal, terutama menyegarkan kembali pikiran, memulai lagi, dan membangun kelompok seperti ini sekali lagi. Hal itu sangat sulit dilakukan."
Setelah menyampaikan pernyataannya, Scaloni akhirnya berdiri dari kursinya dan meminta maaf kepada para jurnalis sebelum meninggalkan ruang konferensi pers.
"Ini benar-benar menyakitkan, saya minta maaf."
Kontrak Scaloni bersama Timnas Argentina masih berlaku hingga Desember 2026. Hingga kini belum ada keputusan resmi mengenai kelanjutan karier pelatih berusia 48 tahun tersebut setelah kegagalan mempertahankan gelar Piala Dunia.
Artikel Terkait
Mourinho Kritis soal Performa Argentina di Final Piala Dunia 2026
Komentator Swiss Kritis: Piala Dunia 2026 Paling Komersial dan Dipolitisasi
FIFA Perkenalkan Cincin Juara di Piala Dunia 2026, Spanyol Jadi Penerima Perdana
Toni Kroos Sindir Argentina Usai Kalah dari Spanyol di Final Piala Dunia 2026