Kemenangan Spanyol di Piala Dunia 2026 Disambut Sukacita Warga Gaza

- Senin, 20 Juli 2026 | 07:40 WIB
Kemenangan Spanyol di Piala Dunia 2026 Disambut Sukacita Warga Gaza

Kemenangan timnas Spanyol sebagai juara Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Argentina di babak final disambut penuh suka cita oleh warga Palestina di Jalur Gaza. Hubungan emosional yang kuat antara masyarakat Palestina dan Spanyol terasa selama turnamen sepak bola akbar ini berlangsung.

Ada beberapa alasan mendasar mengapa keberhasilan Spanyol di lapangan hijau terasa begitu emosional dan bermakna bagi rakyat Palestina serta para simpatisannya.

Kebijakan Politik Spanyol yang Pro-Palestina

Di panggung internasional, pemerintah Spanyol di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Pedro Sánchez secara vokal mendukung hak-hak kemanusiaan rakyat Palestina. Langkah-langkah diplomatik nyata yang diambil meliputi pengakuan resmi Negara Palestina pada Mei 2024 bersama Irlandia dan Norwegia, penerapan embargo senjata terhadap Israel, serta secara konsisten mendesak gencatan senjata permanen di Jalur Gaza.

Solidaritas dari Para Pemain Bintang

Bintang muda timnas Spanyol, Lamine Yamal, telah merebut hati masyarakat Gaza sejak sebelum Piala Dunia dimulai. Ia menjadi simbol solidaritas setelah tertangkap kamera mengibarkan bendera Palestina saat merayakan parade juara bersama klubnya, Barcelona. Tindakan ini membuat banyak warga di wilayah konflik merasa memiliki kedekatan personal dengan skuad La Furia Roja.

Nobar di Tengah Reruntuhan Gaza

Selama perhelatan Piala Dunia 2026, warga Palestina di Jalur Gaza kerap menggelar acara nonton bareng menggunakan layar seadanya dan pasokan listrik yang sangat terbatas. Setiap gol dan kemenangan yang diraih Spanyol dirayakan dengan sorak-sorai meriah sebagai bentuk apresiasi balik atas dukungan kemanusiaan yang diberikan oleh negara matador tersebut.

Bagi masyarakat yang sedang menghadapi krisis kemanusiaan, performa gemilang tim nasional dari negara yang membela hak-hak mereka memberikan hiburan sekaligus dorongan moral yang sangat berarti.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags