BMoney Catatkan Rekor AUM Rp6 Triliun, Lampaui Target di Tengah Fokus pada Nasabah Premium

- Selasa, 23 Juni 2026 | 14:35 WIB
BMoney Catatkan Rekor AUM Rp6 Triliun, Lampaui Target di Tengah Fokus pada Nasabah Premium

Agen Penjual Reksa Dana (APER) BMoney, yang beroperasi di bawah naungan PT Buka Investasi Bersama, mencatatkan pencapaian signifikan pada paruh pertama tahun ini dengan total dana kelolaan atau asset under management (AUM) mencapai Rp6 triliun per Mei 2026. Realisasi ini tidak hanya melampaui target awal yang dipatok sebesar Rp4,5 triliun, tetapi juga menunjukkan lonjakan tajam dari posisi awal tahun yang berada di angka Rp3,8 triliun.

Pencapaian tersebut diumumkan langsung oleh Chief Executive Officer BMoney, Anggananta Sebastian, dalam acara peringatan lima tahun perusahaan di Jakarta, Selasa (23/6/2026). Dalam kesempatan itu, ia menyebut keberhasilan ini didorong oleh kinerja tim yang solid serta tingginya kepercayaan nasabah.

"Realisasi ini melampaui ekspektasi dan target awal kami. AUM kami sukses menembus rekor baru sebesar Rp6 triliun pada Mei lalu, didorong oleh performa tim yang solid dan tingginya kepercayaan nasabah," ujar Anggananta.

Ia menganalogikan model bisnis BMoney layaknya supermarket investasi digital yang mengedukasi masyarakat secara transparan, independen, dan terkurasi. Platform ini telah mengantongi izin APER serta izin Mitra Perantara Pedagang Efek (MPPE) Level 2 dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Menariknya, BMoney tidak mengikuti arus mayoritas platform fintech wealth management retail yang bersaing ketat memperebutkan volume pengguna. Sebaliknya, perusahaan ini memilih ceruk pasar yang berbeda melalui strategi segmentasi berjenjang. Dari total satu juta pengguna platform saat ini, sebanyak 90 persen di antaranya merupakan investor ritel. Namun, jika ditilik dari sisi kontribusi nilai dana kelolaan, proporsinya justru berbalik.

"Dari sisi volume, 90 persen lebih memang investor ritel. Namun, secara nilai AUM, porsi 90 persen justru dikontribusikan oleh nasabah High Net Worth Individual (HNWI)," ungkap Anggananta.

Untuk mengoptimalkan ceruk pasar premium ini, BMoney membagi layanan dalam tiga klaster utama. Pertama, BMoney Retail untuk investasi end-to-end mandiri dengan kisaran dana mulai dari Rp50 ribu hingga Rp100 juta. Kedua, BMoney Premier dengan minimum penempatan dana Rp100 juta hingga Rp250 juta. Ketiga, BMoney Privilege yang diperuntukkan bagi nasabah premium dengan saldo dana kelolaan minimum Rp1 miliar.

Demi memanjakan nasabah Privilege, perusahaan meluncurkan inovasi nonfinansial berupa layanan One Stop Service. Fasilitas ini mencakup airport pick-up di 40 bandara domestik dan internasional, termasuk Haneda dan Narita di Jepang, Sydney, serta Singapura. Selain itu, tersedia pula layanan medical check-up, konsultan pajak, hingga pendampingan Relationship Manager (RM) khusus.

Perusahaan juga memperluas jaringan Private Lounge fisik untuk memfasilitasi pertemuan tatap muka dan market gathering di Jakarta dan Bandung. Rencananya, cabang ketiga akan diresmikan di Surabaya pada Juli hingga Agustus 2026.

Transformasi strategi bisnis ini membawa dampak positif bagi fundamental keuangan perusahaan. Setelah berhasil meraih EBITDA positif pertama kali pada Desember 2023, BMoney resmi mendeklarasikan status sebagai perusahaan yang mencetak laba bersih secara penuh sepanjang 2025.

"Tahun ini kami menargetkan profitabilitas naik ke kisaran Rp2 miliar hingga Rp3 miliar, dan memproyeksikan EBITDA positif melonjak ke Rp10 miliar hingga Rp20 miliar pada tahun depan. Untuk milestone AUM berikutnya, target kami adalah Rp10 triliun," tambah Anggananta.

Saat ini, BMoney telah berkolaborasi dengan 18 Manajer Investasi pilihan yang dikurasi secara ketat demi menjaga likuiditas nasabah. Selain produk reksa dana, platform ini juga menyediakan fitur switching instan, investasi emas digital melalui Treasury, serta transaksi saham dan obligasi termasuk pasar perdana Surat Berharga Negara seperti ORI dan Sukuk melalui kemitraan dengan CGS International Sekuritas Indonesia.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar