Pesawat Pengebom B-52 Jatuh Usai Lepas Landas di Pangkalan Edwards, Delapan Awak Tewas

- Rabu, 17 Juni 2026 | 06:50 WIB
Pesawat Pengebom B-52 Jatuh Usai Lepas Landas di Pangkalan Edwards, Delapan Awak Tewas

Sebuah pesawat pengebom strategis B-52 Stratofortress milik Amerika Serikat jatuh sesaat setelah lepas landas dari landasan pacu, mengakibatkan delapan orang awak pesawat tewas seketika. Insiden nahas tersebut terjadi pada Senin, 15 Juni 2026, di Pangkalan Angkatan Udara Edwards, yang berlokasi di timur laut Los Angeles, Amerika Serikat.

Pesawat yang sudah berusia puluhan tahun itu lepas landas pada pukul 11.20 waktu setempat untuk menjalani misi uji coba yang berkaitan dengan program modernisasi radar. Namun, tidak lama setelah mengudara, pesawat kehilangan kendali dan jatuh kembali ke area pangkalan. Jatuhnya pesawat menyisakan bekas hangus yang besar di landasan pacu berpasir, sementara asap hitam pekat membubung tinggi dari lokasi kecelakaan.

Kolonel James Hayes, perwakilan dari pangkalan udara tersebut, menyampaikan pernyataan dalam sebuah konferensi pers. Ia menegaskan bahwa tidak ada satu pun dari delapan orang di dalam pesawat yang selamat dari kecelakaan tersebut.

“Ini tragis dan tidak mungkin selamat,” ujar Kolonel Hayes.

Awak pesawat terdiri dari personel gabungan, mencakup pejabat militer, warga sipil dari kalangan pemerintah, serta kontraktor pemerintah. Produsen pesawat, Boeing, mengonfirmasi bahwa dua dari delapan korban merupakan karyawan mereka. Dalam pernyataan resmi, Boeing menyampaikan dukungan kepada keluarga yang ditinggalkan.

“Kami telah menghubungi keluarga mereka dan menawarkan dukungan,” demikian bunyi pernyataan Boeing.

Sementara itu, Sekretaris Angkatan Udara AS, Troy E. Meink, dan Ketua DPR AS, Mike Johnson, menyampaikan belasungkawa melalui media sosial atas peristiwa tragis tersebut. Pangkalan udara Edwards sendiri telah dibuka kembali untuk operasional, tetapi seluruh aktivitas penerbangan dihentikan sementara hingga Selasa, 16 Juni 2026.

Militer AS telah memulai penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan. Namun, para pejabat mengisyaratkan bahwa rincian lengkap hasil investigasi kemungkinan baru akan dapat dipublikasikan dalam waktu sekitar enam bulan ke depan.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar