Sebanyak 17 calon haji dari Asrama Haji Bekasi dipastikan batal diberangkatkan ke Tanah Suci pada musim haji tahun 2026. Pembatalan ini terjadi setelah tim medis menemukan kondisi kesehatan mereka tidak memungkinkan untuk menjalani rangkaian ibadah haji yang membutuhkan ketahanan fisik prima.
Kepala Bidang Kesehatan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Bekasi, Sedya Dwisangka, mengungkapkan bahwa belasan calon jemaah tersebut mengalami berbagai penyakit yang menjadi faktor penghambat keberangkatan. Beberapa di antaranya adalah diabetes melitus yang tidak terkontrol, demensia, hingga kondisi kehamilan dengan risiko tinggi.
“Yang gagal berangkat 17. Bervariasi, biasanya demensia lima, diabetes melitus tidak terkontrol empat, gangrene, dan satu kehamilan,” kata Sedya di Bekasi, Senin, 18 Mei 2026.
Menurut Sedya, satu calon haji perempuan tidak diizinkan berangkat karena tengah hamil anak ke-10. Kondisi tersebut masuk dalam kategori risiko tinggi, terlebih sang ibu juga memiliki riwayat hipertensi yang dapat membahayakan keselamatan selama penerbangan dan pelaksanaan ibadah.
“Kehamilan karena hamilnya punya risiko tinggi, hamil ke-10. Terus punya hipertensi. Ini sangat berisiko di penerbangan. Sangat berat untuk ibu dan anaknya,” ujar Sedya.
Seluruh calon haji yang batal berangkat, lanjut Sedya, terdiri dari laki-laki dan perempuan dengan rentang usia di atas 50 tahun. Mayoritas berada pada kelompok usia 60 hingga 70 tahun. “Imbang, ada laki-laki ada perempuan. Di atas 50 tahun. Terbanyak 60 hingga 70-an,” ucapnya.
Artikel Terkait
Pertamina Resmi Naikkan Harga Pertamax dan Pertamax Green 95 per 10 Juni 2026
The Super Mario Galaxy Movie Tembus Satu Miliar Dolar AS di Box Office Global
OJK: Program Penjaminan Polis Jadi Fondasi Baru Perlindungan Pemegang Polis
Joey Pelupessy Akui Duet dengan Ivar Jenner di Lini Tengah Timnas Indonesia Mulai Tumbuh