"Saya himpun semua kekuatan milik negara dalam satu pengelolaan."
Namun begitu, fokus utama pidato hari itu tetap pada penegakan hukum. Prabowo tampak ingin mematahkan anggapan bahwa ancamannya hanya retorika podium belaka. Dia menyindir langsung mereka yang mungkin meremehkan.
"Kan mereka ngejek, Prabowo hanya bisa ngomong di podium saja. Oh ya? Tunggu saja panggilan. Lu jangan nantang gue," tantangnya, disambut gemuruh tepuk tangan para peserta rapat.
Di akhir penyampaian, nada Prabowo sedikit berubah. Dari peringatan keras, beralih ke renungan yang lebih personal tentang hidup dan akhirat. Sebuah penutup yang cukup mengejutkan.
"Sudahlah, kita semua sebentar lagi dipanggil. Kalau dipanggil enggak sesuai nomor urut, senioritas. Belum tentu aku duluan. Bisa-bisa yang muda-muda," katanya.
"Jadi lebih baik berbuat kebaikan, lebih mulia."
Pesan terakhir itu seolah menjadi penekanan. Di balik kata-kata tegas dan ancaman hukum, ada ajakan untuk introspeksi. Sebelum panggilan dari kejaksaan benar-benar datang.
Artikel Terkait
Hampir Final, Indonesia-AS Tinggal Tuntaskan Naskah Hukum Perundingan Dagang
Ekspor Indonesia Tembus 282,9 Miliar Dolar AS di 2025, Industri Pengolahan Jadi Lokomotif
Prabowo Deklarasikan Perang Melawan Sampah, Perintahkan Jajaran TNI hingga Menteri Korve
Manchester City Hancurkan Chelsea, Gelar WSL Hampir Pasti Pindah ke Etihad