Podcast Akbar Faizal: Ubedilah Badrun Sebut Ada Oligarki Setor Rp5 Triliun ke Tokoh Berinisial K

- Sabtu, 08 Agustus 2026 | 13:50 WIB
Podcast Akbar Faizal: Ubedilah Badrun Sebut Ada Oligarki Setor Rp5 Triliun ke Tokoh Berinisial K

Pernyataan mengejutkan kembali mencuat dari podcast Akbar Faizal Uncensored yang tayang pada 4 Agustus 2026. Aktivis dan dosen Universitas Negeri Jakarta, Ubedilah Badrun, yang akrab disapa Kang Ubet, bersama Ichsanuddin Noorsy membahas jejak harta triliunan mantan presiden yang diklaim telah diserahkan dokumennya ke KPK dan Kortas Tipikor.

Dalam diskusi tersebut, Ubedilah menyinggung dugaan aliran dana besar dari kalangan oligarki. Ia mengutip informasi yang beredar, termasuk yang pernah diangkat mantan penasihat KPK Abdullah Hehamahua di media sosial, bahwa seorang oligarki mengaku baru saja bertemu sosok berinisial 'K' di Malaysia dan Singapura. Nilai transaksi atau 'setorannya' disebut hampir mencapai Rp5 triliun.

Ubedilah mengaitkan isu ini dengan pola yang ia sebut sebagai 'putra mahkota' di lingkaran kekuasaan sebelumnya. Ia menyinggung lonjakan kekayaan dan transaksi saham anak-anak tokoh tertentu yang menurutnya tidak wajar, termasuk pembelian saham senilai hampir Rp100 miliar oleh salah satu putra mahkota di usia muda, serta dugaan keterkaitan dengan perusahaan ventura dan grup bisnis besar. Ia menekankan bahwa dokumen terkait sudah diserahkan kepada aparat penegak hukum.

Pernyataan ini memicu gelombang komentar netizen di berbagai platform, terutama di kolom komentar video podcast yang telah ditonton ratusan ribu kali. Banyak yang langsung mengaitkan inisial 'K' dengan 'putra mahkota' dalam diskusi publik sebelumnya terkait bisnis dan gaya hidup.

Beberapa komentar netizen yang mencolok antara lain:

- "Akbar kok TDK nanya 5 trilyun lewat bank apa ??? 5 trilyun lewat bank MN ????” – mempertanyakan mekanisme transfer dana sebesar itu.

- "Bungker jkwc6 RB trilyun" dan komentar serupa yang mengaitkan dengan dugaan akumulasi harta keluarga mantan presiden.

- Banyak yang menulis "Bongkaaaarrrr..." menuntut penyelidikan lebih lanjut.

- Komentar lain menyinggung "Mafia peradilan dikendalikan oligarki" dan seruan "Ayo Bersatulah Rakyat..kita KEJAR SI MALING2", merefleksikan ketidakpercayaan terhadap penegakan hukum.

Dugaan netizen soal 'K' mayoritas mengarah ke salah satu anak mantan presiden RI, merujuk pada laporan-laporan Ubedilah sebelumnya ke KPK (sejak 2022) terkait dugaan TPPU, KKN, pembelian saham, serta isu jet pribadi. Sebagian netizen juga berspekulasi tentang kemungkinan tokoh lain, namun mayoritas menghubungkan dengan pola bisnis dan relasi oligarki yang sudah lama menjadi perbincangan. Ada yang mengingatkan bahwa transfer triliunan seharusnya mudah terlacak lewat PPATK, sementara yang lain mempertanyakan mengapa kasus-kasus serupa jarang tuntas.

Hingga saat ini, belum ada konfirmasi resmi dari pihak terkait mengenai pernyataan tersebut. Ubedilah Badrun menekankan pentingnya transparansi dan penelusuran data keuangan oleh lembaga berwenang. Publik pun menunggu apakah KPK atau aparat lain akan menindaklanjuti dokumen yang diklaim sudah diserahkan.

Pernyataan di podcast ini menambah daftar isu lama yang kembali mencuat: relasi kekuasaan, oligarki, dan akuntabilitas keluarga pejabat. Apakah Rp5 triliun itu fakta atau spekulasi? Jawabannya kini ada di tangan penegak hukum.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags