Anjing Husky Dibacok Orang Tak Dikenal di Bekasi, Polisi Kerahkan Unit Satwa

- Kamis, 23 Juli 2026 | 15:30 WIB
Anjing Husky Dibacok Orang Tak Dikenal di Bekasi, Polisi Kerahkan Unit Satwa

Seekor anjing jenis Husky ditemukan dalam kondisi berlumuran darah setelah dibacok sebanyak empat kali oleh orang tak dikenal di kawasan Babelan, Bekasi. Peristiwa ini memicu keprihatinan publik dan mendorong polisi mengerahkan unit satwa untuk menyelidiki kasus tersebut.

Kejadian pertama kali diketahui dari unggahan akun Instagram @amysukmana yang memperlihatkan video anjing dengan luka parah. Dalam keterangannya, pemilik akun menulis bahwa anjing itu dibacok menggunakan golok, parang, atau kampak. "Anak ini ditemukan berlumuran darah akibat ulah manusia yang tega membacoknya 4x," tulisnya.

Anjing berbulu putih dan abu-abu itu ditemukan pemiliknya pada Senin (12/7/2026) malam. Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, luka di kepala anjing tersebut diduga akibat benda tajam. "Anjing ditemukan pemiliknya pada Minggu malam dengan kondisi terluka dan berlumuran darah dengan luka pada bagian kepala yang diduga akibat benda tajam," jelasnya.

Pemilik langsung membawa anjing tersebut ke dokter hewan untuk mendapatkan pertolongan medis. Sementara itu, polisi dari Polda Metro Jaya bersama personel Polsek Babelan menurunkan unit K9 atau Unit Satwa. Anjing pelacak bernama Zeus menyisir area perkebunan warga dari titik jejak darah hingga mengarah ke sebuah bangunan kosong yang sedang direnovasi, sekitar 50 meter dari lokasi kejadian.

Kepala Seksi Humas Polres Metro Bekasi AKP Aliyani mendatangi rumah pemilik anjing dan mengarahkannya untuk membuat laporan polisi. Namun, hingga saat ini laporan tersebut belum dibuat. "Petugas kepolisian sudah cek TKP dan mengarahkan korban untuk membuat laporan polisi. Namun yang bersangkutan tidak berkenan untuk membuat laporan polisi," ujarnya.

Polisi masih mendalami kasus ini dan hingga kini pelaku pembacokan belum ditemukan. Publik diimbau untuk tetap waspada dan melaporkan jika mengetahui informasi terkait pelaku.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags