Persebaya Siap Hadapi Dua Kompetisi, PSM Makassar Bangun Skuad Baru

- Senin, 17 Agustus 2026 | 18:30 WIB
Persebaya Siap Hadapi Dua Kompetisi, PSM Makassar Bangun Skuad Baru

Persebaya Surabaya mulai menunjukkan kesiapan menghadapi musim 2026/2027. Green Force tidak hanya akan bersaing di Super League, tetapi juga harus menjalani League Cup Indonesia. Situasi tersebut membuat Bernardo Tavares harus menyiapkan skuad dengan kedalaman dan fleksibilitas yang lebih baik. Pelatih asal Portugal itu bahkan mulai bereksperimen dengan sejumlah pemain di beberapa posisi selama pramusim.

Salah satu gambaran terlihat ketika Persebaya mengalahkan Penang FC dengan skor 1-0 dalam laga uji coba di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu (15/8/2026). Gol tunggal kemenangan Persebaya dicetak Walber Mota pada menit ke-79. Hasil tersebut sekaligus memperpanjang catatan positif Persebaya selama pramusim. Dari tujuh pertandingan yang dijalani, Green Force mengoleksi enam kemenangan dan satu hasil imbang.

Namun, catatan tersebut tidak membuat Bernardo Tavares terlena. Pelatih berusia 46 tahun itu masih melihat sejumlah aspek yang harus dibenahi sebelum kompetisi resmi dimulai, terutama persoalan transisi dan keseimbangan pertahanan. Persebaya bahkan masih memberikan lawan beberapa peluang berbahaya ketika menghadapi Penang FC. Situasi tersebut menjadi bahan evaluasi karena kesalahan serupa bisa berakibat lebih fatal ketika menghadapi pertandingan kompetitif.

"Kami masih harus lebih konsisten. Kami tidak boleh kehilangan fokus, terutama dalam menjaga keseimbangan pertahanan saat transisi," ujar Bernardo Tavares.

Kedalaman Skuad Jadi Kunci

Tantangan Persebaya musim depan memang lebih besar. Selain Super League, mereka juga akan tampil di League Cup Indonesia yang dijadwalkan mulai November 2026. Padatnya agenda membuat Bernardo Tavares membutuhkan pemain yang bisa menjalankan lebih dari satu peran. Karena itu, eksperimen selama pramusim menjadi bagian penting dari persiapan. Sejumlah pemain dicoba di posisi berbeda untuk memberikan lebih banyak alternatif ketika tim menghadapi jadwal padat.

"Kami tidak hanya akan bermain di Super League, tetapi juga memiliki kompetisi lain. Kami harus memastikan pemain lokal juga siap di berbagai posisi," kata Tavares. Kondisi tersebut juga menjadi penting karena aturan League Cup Indonesia membatasi penggunaan pemain asing. Dengan demikian, kemampuan pemain lokal untuk mengisi beberapa posisi dapat menjadi keuntungan tersendiri.

Pertandingan melawan Penang FC memberikan kesempatan kepada Tavares untuk melakukan eksperimen lebih jauh. Kedua tim bahkan mendapatkan kesempatan melakukan hingga 15 pergantian pemain. Namun, situasi tersebut tentu tidak akan terjadi ketika kompetisi resmi dimulai. "Kami masih harus bekerja keras karena di kompetisi nanti kami tidak akan memiliki kesempatan melakukan pergantian pemain sebanyak seperti di pramusim," ujarnya. Artinya, Persebaya harus memastikan kondisi fisik, konsentrasi, dan kedalaman skuad benar-benar siap menghadapi pertandingan dengan tekanan yang lebih tinggi.

Bagaimana dengan PSM Makassar?

Jika Persebaya sudah menunjukkan kedalaman skuad melalui serangkaian eksperimen, PSM Makassar juga tengah membangun kekuatan baru di bawah pelatih Darije Kalezic. Juku Eja melakukan sejumlah perubahan dalam komposisi pemain setelah musim lalu finis di papan bawah. Beberapa pemain baru didatangkan untuk memperkuat setiap lini.

Di sektor pertahanan, PSM memiliki bek jangkung asal Serbia, Nenad Lalic, yang memiliki tinggi 1,97 meter. Kehadirannya diharapkan menjadi solusi setelah Yuran Fernandes meninggalkan Makassar. PSM juga mendatangkan Luka Bulatovic untuk menambah pilihan di sektor sayap serta Navarone Foor yang memiliki pengalaman bermain di kompetisi Belanda. Terbaru, Juku Eja juga mendatangkan Sergio Aguero, pemain naturalisasi Timnas Malaysia kelahiran Argentina, untuk memperkuat lini serang. Selain pemain asing, PSM juga mendapatkan tambahan tenaga lokal melalui kedatangan Henhen Herdiana dari Persib Bandung dengan status pinjaman.

Dengan sejumlah rekrutan tersebut, PSM berusaha membangun skuad yang lebih sesuai dengan kebutuhan Darije Kalezic. Berbeda dengan Persebaya yang harus membagi fokus ke dua kompetisi, PSM pada awal musim dapat lebih berkonsentrasi membangun fondasi permainan untuk menghadapi Super League.

Menariknya, Persebaya dan PSM akan bertemu dua kali pada musim 2026/2027. Pertemuan pertama berlangsung di Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare, pada 22 Oktober 2026. Laga tersebut juga akan menjadi reuni emosional bagi Bernardo Tavares yang pernah menangani PSM Makassar. Kedua tim kemudian kembali bertemu pada 27 Februari 2027 dengan Persebaya bertindak sebagai tuan rumah.

Duel tersebut berpotensi menjadi salah satu pertandingan yang menarik perhatian. Persebaya datang dengan fondasi kuat dari musim lalu dan catatan pramusim yang meyakinkan, sementara PSM membawa proyek baru bersama Darije Kalezic. Pada akhirnya, kekuatan pramusim baru akan benar-benar teruji ketika kompetisi resmi bergulir. Persebaya memiliki keuntungan dari pengalaman dan konsistensi skuad, sedangkan PSM berharap perubahan komposisi pemain mampu membawa Juku Eja kembali bersaing di papan atas.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags