Pelatih Flamengo, Leonardo Jardim, menilai hasil imbang 1-1 melawan Cruzeiro pada leg pertama babak 16 besar Copa Libertadores sebagai modal berharga. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Mineirão, Rabu (12/8), itu memberi keuntungan bagi Flamengo yang akan menjalani laga penentu di hadapan pendukung sendiri di Maracanã.
Jardim mengakui jalannya pertandingan berlangsung seimbang dan menekankan pentingnya dukungan suporter pada leg kedua. "Ini hasil yang positif, dan akan ada pertandingan kedua. Kami harus mengulangi penampilan bagus di kandang sendiri, dengan tujuan lolos, tapi tetap waspada terhadap kualitas Cruzeiro," ujarnya.
Keputusan taktis memasukkan Lucas Paquetá dan Pedro di babak kedua menjadi kunci bagi Flamengo untuk menyamakan kedudukan. Kerja sama kedua pemain pengganti tersebut berhasil melahirkan gol penyeimbang setelah tim sempat tertinggal.
"Kami memberi kesegaran di lini tengah dan serangan. Arrascaeta dan BH sudah sedikit lelah. Kami punya pemain seperti Pedro dan Paquetá di bangku cadangan, meski Paquetá belum dalam performa terbaiknya karena baru pulih dari cedera. Namun, pergantian itu terbukti penting karena gol penyeimbang lahir dari mereka. Kami tidak mengubah skema, hanya menyegarkan pemain," jelas Jardim.
Terkait sambutan tidak ramah dari suporter tuan rumah, Jardim mengaku tetap menghormati mereka. Mantan pelatih Cruzeiro ini menganggap reaksi negatif tersebut sebagai bagian dari dinamika sepak bola. "Saya punya kasih sayang khusus dengan suporter ini, tapi saya menyesal ada orang yang menciptakan kebencian besar terhadap saya. Lebih mudah bersembunyi daripada menghadapi kebenaran. Saya merasa tenang, dan suporter sudah melakukan peran mereka. Sekarang saya harus berbicara tentang suporter kami yang datang ke sini, berteriak, dan mendukung tim. Itu menunjukkan bahwa di Maracanã kami akan mendapat dukungan penuh," katanya.
Jardim kemudian membeberkan alasannya memilih Emerson Royal dibandingkan Guillermo Varela di lini pertahanan. Menurutnya, karakteristik kompetisi Libertadores yang agresif lebih cocok dengan gaya bermain Royal. "Keduanya pemain berkualitas. Saat kami ingin permainan lebih menguasai bola, sering kali kami memakai Varela. Namun, pertandingan Libertadores biasanya lebih agresif dan penuh duel, dan Royal sangat kuat dalam hal itu. Saya senang memiliki dua opsi yang penting bagi saya sebagai pelatih," tuturnya.
Mengenai situasi Carrascal yang sempat melakukan pemanasan di babak pertama, Jardim menjelaskan bahwa hal itu terjadi karena Samuel Lino mengalami benturan. Namun, strategi dasar tim tidak mengalami perubahan besar. "Carrascal melakukan pemanasan karena Lino terkena hantaman dan merasa kesulitan, tapi kemudian kembali bermain. Secara strategi, kami tidak banyak berubah dari yang biasa kami lakukan di Libertadores. Yang penting adalah memiliki solusi untuk setiap pertandingan, tetap kompetitif, dan meraih hasil yang diinginkan suporter," jelasnya.
Untuk mengantisipasi absennya Alex Sandro di sektor bek kiri, Jardim memilih untuk tidak memaksakan pemain muda Jhonny bermain dalam laga bertensi tinggi ini demi melindungi kariernya. "Di sisi kiri, kami punya pemain muda di bangku cadangan, yaitu Jhonny. Saya sangat percaya dalam jangka menengah dia akan sering bermain untuk Flamengo. Namun, dalam pertandingan seintens ini, bukan waktu yang tepat untuk memainkannya, karena satu kesalahan bisa menghancurkan kariernya. Jika ada masalah di posisi bek sayap, dia akan dimainkan, seperti yang sudah dia lakukan sebelumnya dengan baik," ungkap Jardim.
Artikel Terkait
Polisi Militer Brasil Bubarkan Suporter Flamengo di Depan Stadion Mineirao
Duel Termahal di Fase Gugur: Cruzeiro vs Flamengo Bernilai Rp2,97 Triliun
Kaio Jorge Sentil Leonardo Jardim Jelang Duel Cruzeiro vs Flamengo di Libertadores
Independiente Rivadavia Optimis Hadapi Fluminense di Mendoza