PSM Makassar memastikan tidak akan menggunakan seluruh kuota 35 pemain yang disediakan untuk Super League 2026/2027. Manajemen klub memilih mendaftarkan skuad sesuai kebutuhan tim, bukan sekadar memenuhi jumlah maksimal pemain yang diperbolehkan.
Keputusan ini merupakan bagian dari strategi pelatih Darije Kalezic dalam membangun skuad Pasukan Ramang. Manajer PSM Makassar, Muhammad Nur Fajrin, menegaskan bahwa jumlah pemain yang didaftarkan akan disesuaikan dengan kebutuhan tim.
“Kuota daftar 35 pemain, yang jelas PSM Makassar tidak akan memaksimalkan 35 pemain untuk memenuhi kuotanya, tapi kebutuhan timnya,” kata Fajrin.
Artinya, setiap pemain yang masuk dalam skuad diharapkan memiliki fungsi dan peluang untuk mendapatkan menit bermain. Kebijakan ini juga membuat persaingan di dalam tim menjadi lebih terukur. Kalezic bisa lebih fokus mengembangkan pemain yang memang masuk dalam rencana permainannya.
Pemain Harus Sesuai Game Plan Kalezic
Pengamat sepak bola sekaligus mantan asisten pelatih PSM Makassar, Imran Amirullah, menilai langkah ini cukup bijak. Namun, ada satu syarat yang menurutnya harus dipenuhi: pemain yang didaftarkan harus benar-benar merupakan pemain yang diinginkan atau direkomendasikan Kalezic. Dengan begitu, pelatih sudah mengetahui karakter dan kualitas pemain yang dimilikinya.
“Artinya kalau pemain-pemain yang ada di tim ini merupakan rekomendasi dari pelatih, berarti dia sudah tahu kualitas dan masih dalam game plan mereka,” kata Imran.
Menurutnya, tidak ada gunanya memiliki skuad berjumlah besar apabila sebagian pemain justru tidak masuk dalam rencana permainan pelatih. Sebaliknya, skuad yang lebih ramping tetapi memiliki kualitas dan karakter sesuai kebutuhan taktik justru bisa membuat proses latihan dan pembentukan tim berjalan lebih efektif.
“Kalau memang pemain yang ada sesuai dengan kebutuhan dan game plan pelatih, saya pikir ini langkah yang bagus,” ujarnya.
Ramang Jadi Pilihan Kalezic
Komposisi sementara PSM Makassar memperlihatkan Kalezic memiliki sejumlah pilihan di hampir semua sektor. Di posisi penjaga gawang, PSM memiliki Hilman Syah, Syaiful Syamsuddin, M Ardiansyah, dan Poetro Negoro.
Sektor pertahanan juga mulai diperkuat dengan kedatangan sejumlah pemain baru. Di bek tengah terdapat Aloisio Soares, Dusan Lagator, Akbar Tanjung, dan rekrutan baru Nenad Lalic. Sementara sektor bek kanan diisi Mufli Hidayat, Fatihul Alif dari akademi, serta rekrutan baru Henhen Herdiana. Untuk sisi kiri, PSM memiliki Victor Luiz, Agung Mannan, dan Jonathan yang berasal dari akademi.
Kalezic juga memiliki banyak opsi di lini tengah. Nama seperti M Arfan, Ananda Raehan, Resky Fandi, Achmat Fahrul Aditia, Kaka Amrullah, Rasyid Bakri, hingga pemain baru Stefan Jevtoski dan Navarone Foor masuk dalam persaingan. Beberapa pemain akademi juga mendapat kesempatan untuk masuk dalam kerangka tim utama.
Sementara di lini depan, PSM memiliki Luka Bulatovic, Abdul Rahman, Gala Pagamo, Luka Cumic, Arham Darmawan, serta beberapa pemain muda. Stefan Baltic juga masih berstatus trial. Komposisi tersebut menunjukkan Kalezic tidak hanya membangun skuad dengan pemain berpengalaman, tetapi juga memberikan ruang bagi pemain muda.
Tidak Sekadar Mengejar Jumlah
Keputusan tidak menggunakan seluruh 35 slot pemain juga bisa menjadi strategi untuk menjaga kualitas skuad. Dengan jumlah pemain yang lebih terkendali, setiap pemain memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan perhatian dan berkembang.
Terlebih, Kalezic sebelumnya mengakui persiapan PSM masih belum maksimal. Pelatih asal Belanda tersebut menyebut progres persiapan baru sekitar 40 persen dan skuad belum sepenuhnya lengkap. Karena itu, pemusatan latihan di Yogyakarta menjadi kesempatan penting untuk menentukan siapa saja pemain yang benar-benar masuk dalam rencana utama.
PSM masih memiliki waktu sebelum pertandingan pertama Super League 2026/2027 menghadapi Persib Bandung pada 6 September mendatang. Setelah itu, Pasukan Ramang akan menjamu Arema FC dan Persita. Tiga pertandingan awal tersebut membutuhkan skuad yang siap secara fisik, taktik, dan mental. Karena itu, Kalezic tidak hanya dituntut memiliki banyak pemain, tetapi harus memastikan pemain yang tersedia benar-benar sesuai dengan kebutuhan permainan.
Harapan Skuad Lebih Baik
Imran Amirullah berharap keputusan tersebut menghasilkan tim PSM yang lebih kompetitif dibandingkan musim-musim sebelumnya. Menurutnya, kualitas skuad harus menjadi prioritas utama dibandingkan sekadar memenuhi jumlah pemain.
“Saya pikir dan berharap skuad dan pemain yang ada dalam tim ini bisa lebih bagus dari yang pernah ada,” harap Imran.
Kini, keputusan ada di tangan Kalezic. Dengan skuad yang tidak dipaksakan mencapai 35 pemain, setiap nama yang bertahan di PSM harus mampu menjawab kebutuhan taktik. Sebab, musim baru akan segera dimulai. Dan bagi Kalezic, tantangannya bukan membangun skuad sebanyak mungkin, melainkan menemukan skuad yang tepat untuk membawa PSM bersaing di Super League 2026/2027.
Artikel Terkait
Bhayangkara Tunjuk Oscar Bruzon, 17 dari 18 Klub Super League Pakai Pelatih Asing
Persib Gelar TC di Bali, Siap Hadapi Empat Kompetisi Musim Depan
Bhayangkara FC Ditinggal Paul Munster Jelang Musim Baru
PSM Makassar Taklukkan Persita 3-1 dalam Uji Coba, Pemain Baru Langsung Bersinar