Pelatih Independiente Rivadavia, Alfredo Berti, menatap laga penentu babak 16 besar Copa Libertadores dengan optimisme tinggi. Keyakinan itu muncul setelah timnya sukses menahan imbang Fluminense 0-0 di Stadion Maracana, Rio de Janeiro, Brasil. Hasil tersebut dinilai menjadi modal berharga untuk menjalani duel leg kedua di hadapan pendukung sendiri.
Berti mengapresiasi kerja keras para pemainnya sepanjang pertandingan di markas lawan. Menurutnya, mereka tampil sangat baik secara umum dan bahkan berpeluang mencetak gol tambahan.
"Anak-anak tampil sangat baik secara umum. Kami bisa saja mencetak satu gol lagi, tetapi kami pulang membawa hasil imbang untuk menentukan perjumpaan di Mendoza," kata Berti.
Sepanjang laga, Independiente Rivadavia mampu menciptakan beberapa peluang matang di lini pertahanan klub raksasa Brasil tersebut. Namun, penyelesaian akhir yang kurang maksimal membuat mereka harus puas berbagi angka.
"Kami memiliki lima atau enam peluang untuk membawa hasil lebih baik, tetapi mereka adalah tim yang sangat kuat dan kami puas karena masih ada 90 menit tersisa dan kami akan bermain di Mendoza," ujarnya.
Meski begitu, Berti melihat kekecewaan kecil para pemain karena tidak bisa menang di Maracana justru sebagai tanda positif. Hal itu menunjukkan perkembangan mentalitas skuadnya yang tidak mudah puas.
"Ini adalah pertandingan yang sangat sulit. Saya pikir merasa tidak puas dengan hasil imbang menunjukkan keinginan seluruh pemain Independiente," tegasnya.
Selain faktor mental, Berti juga menguji fleksibilitas taktik tim dengan memberikan peran beragam kepada para pemainnya. Ia menilai kemampuan adaptasi pemain di berbagai posisi menjadi salah satu keunggulan utama timnya saat ini.
"Para pemain sudah memahami dinamika tim dan ketika kami menurunkan mereka, itu karena kami yakin mereka bisa melakukannya," kata Berti.
"Para pemain ini bersedia bermain di posisi mana pun yang dibutuhkan tim dan itu sangat berharga, karena mereka selalu siap dan memiliki keinginan besar untuk sukses," tambahnya.
Hubungan erat antara skuad dan pendukung klub juga menjadi perhatian khusus pelatih. Ia menilai ikatan emosional itu memicu motivasi ekstra bagi tim dalam mengarungi kompetisi antar-klub Amerika Selatan ini.
"Para pemain siap dan menginginkan yang terbaik untuk klub. Mereka bermain seperti suporter, tetapi tidak membiarkan bola hilang begitu saja. Anak-anak ini menyatu dengan para pendukung," jelasnya.
"Skuad ini memiliki keinginan untuk terus melakukan hal-hal positif agar masyarakat merasa bahagia," tuturnya.
Dalam pertandingan tersebut, penyerang anyar Maxi Salas dipercaya tampil selama 80 menit sebagai starter di lini depan. Berti pun memberikan apresiasi atas penampilan pemain yang baru bergabung itu.
"Maxi merasa nyaman di sektor kiri, mendampingi seorang penyerang tengah. Dia sudah lama tidak menit bermain, tetapi dia adalah pemain berkualitas," kata Berti.
Pelatih berharap kontribusi Salas dapat terus berkembang seiring berjalannya waktu. "Kami berharap kami bisa membantunya dan dia juga bisa membantu kami," pungkasnya.
Independiente Rivadavia akan menjamu Fluminense pada laga leg kedua di Mendoza dengan keyakinan tinggi untuk mengamankan tiket perempat final Copa Libertadores.
Artikel Terkait
Kritik Suporter Fluminense: Pemain Akademi Kembali Terabaikan di Laga Kontra Rivadavia