Pembalap Honda Team Asia, Veda Ega Pratama, mengaku banyak belajar dari balapan Moto3 Inggris yang berlangsung di Sirkuit Silverstone. Meski hanya mampu finis di posisi kesembilan, hasil tersebut dijadikan modal berharga untuk bersinar pada seri berikutnya, Moto3 Aragon 2026.
Rider asal Indonesia itu secara terbuka mengakui sempat melakukan beberapa kesalahan krusial sepanjang balapan. Namun, ia memilih tidak larut dalam kekecewaan dan justru memetik banyak pelajaran berharga demi menatap seri selanjutnya.
Evaluasi Perjalanan Sengit di Silverstone
Jalannya balapan di Silverstone menyajikan drama yang sangat ketat bagi Veda sejak lampu start padam. Memulai grid dari posisi ke-15, pembalap kelahiran Gunungkidul tersebut langsung menunjukkan reaksi sigap dengan melesat naik ke urutan ke-11 pada awal lap.
Perjuangan Veda tidak berhenti di situ karena posisinya sempat naik turun secara drastis akibat sengitnya persaingan rombongan. Berkat mental pantang menyerah serta keuntungan insiden yang dialami rival seperti kecelakaan Scott Ogden di tikungan 18, Veda sempat mendobrak masuk ke barisan depan pada lap ketujuh dengan menempati posisi ketujuh.
Kendati sempat merosot kembali ke luar sepuluh besar akibat ketatnya tekanan di lap-lap akhir, Veda tetap menunjukkan determinasi luar biasa. Ia kembali memberikan perlawanan sengit pada putaran pemungkas hingga akhirnya garis finis berhasil dilewatinya di tempat kesembilan.
Petik Pelajaran Berharga
Selepas merampungkan balapan, Veda mengungkapkan rasa syukurnya meski mengakui ada celah besar dalam teknik berkendaranya yang perlu segera diperbaiki. Ia menjelaskan bahwa rasa percaya diri awalnya sempat terganggu ketika insiden di lintasan membuatnya kehilangan kontak langsung dengan grup terdepan.
"Saya mencoba mengejar mereka lagi, tetapi saya masih melakukan beberapa kesalahan selama balapan dan saya tahu ada beberapa hal yang perlu saya tingkatkan dalam cara saya berkendara," ujar Veda, mengutip dari keterangan resmi Honda Team Asia, Senin (10/8/2026).
Baginya, pengalaman di Silverstone adalah batu loncatan yang esensial untuk mendewasakan gaya balapnya di level dunia. Dengan evaluasi mendalam serta tambahan poin di tangan, Veda kini bertekad untuk bekerja lebih keras lagi bersama timnya di seri selanjutnya, yakni Moto3 Aragon 2026 pada 28-30 Agustus 2026.
"Pada akhirnya, saya finis di posisi P9 dan mengamankan beberapa poin penting. Saya senang karena poin-poin ini penting, tetapi yang lebih penting, saya belajar banyak dari balapan ini," sambung Veda.
"Sekarang waktunya untuk bekerja, terus berkembang, dan kembali dengan lebih kuat," tutupnya.
Artikel Terkait
Veda Ega Akui Masih Banyak Kesalahan, Bos Honda Team Asia Justru Puji Startnya di Moto3 Inggris
Veda Ega Pratama Manfaatkan Insiden Rival untuk Pangkas Jarak di Klasemen Rookie Moto3
Veda Ega Pratama Pangkas Jarak di Klasemen Rookie Moto3 Usai Finis Kesembilan di Silverstone
Veda Ega Pratama Finis Kesembilan di Moto3 Inggris Usai Balapan Penuh Drama