Veda Ega Pratama Manfaatkan Insiden Rival untuk Pangkas Jarak di Klasemen Rookie Moto3

- Senin, 10 Agustus 2026 | 07:00 WIB
Veda Ega Pratama Manfaatkan Insiden Rival untuk Pangkas Jarak di Klasemen Rookie Moto3

Pebalap Indonesia, Veda Ega Pratama, berhasil memanfaatkan insiden kecelakaan yang menimpa sejumlah rivalnya untuk memangkas jarak di klasemen rookie Moto3 2026. Pada balapan di Sirkuit Silverstone, Inggris, Minggu (9/8/2026), Veda finis di posisi kesembilan setelah beberapa pebalap di depannya terjatuh.

Start dari posisi ke-15, Veda sempat kesulitan menembus 10 besar pada awal lomba. Ia berkutat di posisi 11 dan 12 hingga lima putaran pertama. Namun, absennya pemuncak klasemen Maximo Quiles karena cedera akibat crash saat kualifikasi memberi peluang bagi Veda untuk merangsek ke depan.

Keberuntungan Veda semakin besar setelah Scott Ogden, pebalap tuan rumah yang start dari pole position, terjatuh di tengah balapan. Veda pun sempat memimpin rombongan kedua memasuki pertengahan balapan, sebuah posisi yang cukup strategis. Dua rival rookie-nya, Hakim Danish dan Brian Uriarte, juga bernasib sial. Danish terjatuh pada pertengahan putaran, sementara Uriarte yang sedang bersaing ketat untuk podium terjatuh pada putaran terakhir.

"Situasi ini membuat saya bisa naik ke posisi sembilan hingga balapan selesai," kata Veda Ega Pratama usai balapan.

Poin Berharga dan Posisi Klasemen

Dengan finis di posisi kesembilan, Veda berhak mendapatkan tambahan tujuh poin pada Moto3 Inggris 2026. Meski demikian, ia masih berada di peringkat kelima klasemen umum. Di klasemen rookie, Veda berhasil memangkas jarak, meski masih tertinggal 30 poin dari Brian Uriarte yang memimpin perburuan Rookie of The Year. Uriarte saat ini meraih 127 poin, sedangkan Veda 97 poin. Sementara pebalap Malaysia Hakim Danish mengoleksi 86 poin.

Meski demikian, performa Veda yang sempat mengejutkan dengan menjadi tercepat ketiga saat sesi latihan pertama di Silverstone menunjukkan potensi besar pembalap asal Gunungkidul itu. Veda yang langsung lolos ke Q2 sayangnya tidak mendapatkan posisi terbaik untuk starting grid, sehingga harus memulai dari posisi ke-15. Namun, ia mampu menunjukkan kemampuan bertarung yang solid sepanjang balapan.

Lebih lanjut, Veda menegaskan bahwa pengalaman ini menjadi pembelajaran penting untuk balapan berikutnya dan memotivasi dirinya untuk terus meningkatkan performa.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags