Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, memastikan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Timnas Indonesia setelah dipastikan gagal melaju ke semifinal Piala AFF 2026. Kepastian itu didapat setelah Skuad Garuda hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Singapura pada laga pamungkas Grup A di Jalan Besar Stadium, Jumat malam. Hasil tersebut membuat Indonesia menempati peringkat ketiga klasemen akhir Grup A, di bawah Vietnam dan Singapura.
Kegagalan ini memperpanjang puasa gelar Timnas Indonesia di ajang Piala AFF yang sudah berlangsung 30 tahun sejak turnamen ini digelar pertama kali pada 1996. Prestasi terbaik yang pernah diraih adalah enam kali menjadi runner-up. Dengan tersingkirnya di fase grup tahun ini, peluang berikutnya untuk meraih gelar baru akan terbuka pada edisi 2028.
Erick Thohir menyatakan bahwa PSSI bersama tim pelatih akan duduk bersama untuk meninjau seluruh aspek persiapan, performa teknis, hingga kedalaman skuad. Evaluasi ini bertujuan mengidentifikasi kekurangan tim selama berlaga di fase grup. Penampilan Timnas Indonesia sepanjang turnamen dinilai menunjukkan dinamika yang menjadi catatan penting bagi manajemen.
Perjalanan Timnas Indonesia di Grup A
Timnas Indonesia memulai fase grup dengan meyakinkan. Pada laga pertama, mereka menghancurkan Kamboja dengan skor telak 5-1 di Stadion Pakansari, Cibinong. Kemenangan berlanjut saat mengalahkan Timor Leste 3-0 di Chonburi Municipality Stadium, Thailand. Namun, performa tim menurun drastis pada dua laga berikutnya.
Di pertandingan ketiga, Skuad Garuda menyerah 0-3 dari Vietnam di Stadion Pakansari. Laga penentuan melawan Singapura di Jalan Besar Stadium berakhir seri 1-1. Gol Ragnar Oratmangoen pada menit ke-47 dibalas oleh Ilhan Fandi pada menit ke-66. Hasil imbang itu membuat poin Indonesia tak cukup untuk mengamankan posisi dua besar.
| Tgl Match | Lawan | Lokasi Stadion | Skor Akhir | Hasil Laga |
|---|---|---|---|---|
| 27 Juli 2026 | Kamboja | Stadion Pakansari, Cibinong | 5 - 1 | Menang |
| 31 Juli 2026 | Timor Leste | Chonburi Stadium, Thailand | 3 - 0 | Menang |
| 3 Agustus 2026 | Vietnam | Stadion Pakansari, Cibinong | 0 - 3 | Kalah |
| 7 Agustus 2026 | Singapura | Jalan Besar Stadium, Singapura | 1 - 1 | Seri |
Dari empat pertandingan, Indonesia mengumpulkan tujuh poin dari dua kemenangan, satu imbang, dan satu kekalahan. Tim mencetak sembilan gol dan kebobolan lima gol sepanjang babak penyisihan.
Klasemen Akhir dan Evaluasi
Vietnam keluar sebagai juara grup dengan raihan sempurna 12 poin. Singapura mendampingi Vietnam ke semifinal sebagai runner-up dengan delapan poin. Indonesia harus puas di posisi ketiga dengan tujuh poin, disusul Kamboja (3 poin) dan Timor Leste (0 poin).
Kegagalan ini menjadi perhatian publik mengingat komposisi pemain yang dipanggil merupakan gabungan pemain muda dan senior berpengalaman. PSSI menegaskan hasil ini akan menjadi bahan acuan utama dalam menyusun program pemusatan latihan dan penyempurnaan strategi ke depan.
Statistik dan Catatan Penting
Selama empat laga, pelatih menurunkan kombinasi pemain lokal dan abroad. Sektor pertahanan dan lini tengah mendapat sorotan karena penurunan konsistensi pada laga kontra Vietnam dan Singapura. Ragnar Oratmangoen menjadi salah satu pencetak gol penting, namun disiplin bertanding dan konversi peluang menjadi prioritas perbaikan.
| Kategori Statistik | Jumlah / Catatan |
|---|---|
| Total Pertandingan | 4 Pertandingan |
| Total Gol Dicetak | 9 Gol |
| Total Gol Kebobolan | 5 Gol |
| Selisih Gol | 4 Gol |
| Kartu Kuning | 9 Kartu |
| Kartu Merah | 0 Kartu |
Jumlah pelanggaran dan kartu kuning dalam pertandingan ketat menjadi salah satu aspek teknis yang masuk catatan evaluasi PSSI demi meningkatkan kedisiplinan taktis pemain.
Fokus ke Depan
Setelah tersingkir dari Piala AFF 2026, PSSI akan mengalihkan fokus pada persiapan menghadapi kalender pertandingan internasional berikutnya. Agenda terdekat tim nasional mencakup laga kualifikasi dan kompetisi resmi di tingkat Asia.
PSSI menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pengembangan sepak bola nasional melalui perbaikan tata kelola kompetisi domestik, pembinaan usia muda, serta penyediaan fasilitas latihan yang memadai. Evaluasi terhadap jajaran pelatih dan manajemen tim akan dilakukan secara rasional berdasarkan target yang telah ditetapkan.
Proses evaluasi ini diharapkan memberikan kejelasan arah pembangunan Skuad Garuda agar mampu bersaing lebih kompetitif pada kejuaraan mendatang, baik di tingkat regional maupun internasional.
Artikel Terkait
Herdman Soroti Potensi Mitchell Baker di Tengah Kegagalan Timnas Indonesia di Piala AFF 2026
Herdman Bungkam soal Keputusan Wasit Usai Indonesia Tersingkir dari Piala AFF
Enam Pelatih Gagal, Puasa Gelar Piala AFF Indonesia Kian Panjang
Keputusan Kontroversial Wasit Warnai Laga Timnas Indonesia vs Singapura