Gelandang asal Australia, Jackson Irvine, akhirnya resmi berseragam Cerezo Osaka. Pemain berusia 33 tahun itu menyelesaikan kepindahan permanen dari FC St. Pauli tepat sebelum laga pembuka J1 League melawan Fagiano Okayama di Stadion Yodoko Sakura, Sabtu (8/8/2026).
Proses transfer sempat tertunda karena kelengkapan administrasi visa yang belum rampung. Kini, kehadirannya memberi tambahan opsi bagi pelatih kepala Pablo Machin untuk meramu komposisi tim tuan rumah.
Cerezo Osaka datang dengan modal kemenangan 3-1 atas FC Tokyo pada laga sebelumnya. Dua gol dicetak Solomon Sakuragawa dan satu gol dari Shion Homma. Sementara itu, Fagiano Okayama juga meraih poin penuh setelah menundukkan Urawa Red Diamonds 2-0 lewat gol Hiroshi Omori dan Kota Kawano.
Irvine mengungkapkan antusiasmenya menghadapi tantangan baru di kompetisi sepak bola Jepang.
"Saya merasa sangat antusias bisa bergabung dengan liga baru dan klub yang memiliki potensi besar di negara sepak bola paling menarik di dunia saat ini," ujarnya.
Gelandang berpaspor Australia itu menegaskan komitmennya untuk membantu skuad arahan Pablo Machin bersaing di J1 League.
"Saya berharap dapat menggunakan pengalaman dan kualitas saya untuk membantu tim terus berkembang dan meningkat, serta menantikan kesempatan merasakan budaya dan cara hidup yang baru untuk meraih kesuksesan bersama," kata Irvine.
Gamba Osaka Siapkan Taktik Baru
Di sisi lain, pelatih kepala Gamba Osaka, Tomokazu Myojin, menyiapkan taktik permainan anyar saat menjamu Urawa Red Diamonds pada partai pembuka J1 League di Stadion Panasonic Suita, Jumat (7/8/2026). Klub berjuluk Black and Blue itu mengombinasikan skema tekanan tinggi dengan penguasaan bola untuk mengamankan poin penuh di hadapan pendukungnya.
Nahkoda anyar Gamba Osaka itu menyampaikan langsung pengembangan gaya bertanding tersebut menjelang laga perdananya.
"Saya percaya bahwa hal terpenting adalah tim meraih kemenangan. Saya ingin mendedikasikan segala yang saya miliki untuk itu," kata Myojin.
Mantan pemain nasional Jepang itu menekankan pentingnya fleksibilitas taktik agar mampu bersaing memperebutkan takhta juara musim ini.
"Kecuali kita bisa menekan dari depan dan menyerang dengan cepat serta intensitas tinggi, kita tidak akan bisa meraih gelar juara. Namun, saya pikir itu saja tidak akan cukup," ujarnya.
Kesiapan teknis juga ditunjukkan lini tengah Gamba Osaka melalui Shuto Abe yang telah pulih total usai menjalani rehabilitasi pascamain pada partai puncak ACL2.
"Fokus pada gaya sepak bola kami sendiri, jalankan hingga akhir, dan menang," kata Abe.
Gelandang bernomor punggung itu menilai laga kontra Urawa memiliki ikatan emosional sekaligus menjadi pijakan penting sebelum melakoni babak kualifikasi Asia.
"Melihat ke belakang, laga kandang melawan Urawa pada musim 2025 adalah pertandingan di mana saya mencetak gol pertama untuk Gamba, dan itu adalah laga yang saya ingat sebagai titik balik di mana saya mulai mencetak lebih banyak gol dan meraih momentum. Saya pikir jika saya bisa mencetak gol lagi kali ini, itu akan memberi saya momentum lagi. Namun lebih dari itu, saya ingin tim menang. Dengan playoff ACL yang akan datang setelah laga Urawa, saya sangat ingin menang dan melaju ke babak berikutnya, dan saya ingin memenangkan kedua pertandingan ini apa pun yang terjadi untuk membawa tim ke ritme yang baik," ujar Abe.
Lini serang tuan rumah kian tajam dengan hadirnya amunisi anyar Uenaka yang siap menjalani debut resminya.
"Kekuatan saya adalah melakukan tusukan di belakang garis pertahanan. Saya juga bisa menjadi titik awal serangan, dan saya ingin menjadikan laga pembuka ini sebagai pembuktian kepada pendukung bahwa saya adalah pemain yang bisa melakukan apa saja di lini depan," kata Uenaka.
Antusiasme serupa dirasakan sektor pertahanan tuan rumah dalam menatap persaingan musim baru.
"Semua orang lebih termotivasi karena ini adalah pertandingan pembuka," ujar Araki.
Pada laga tersebut, Gamba Osaka mengandalkan Rui Araki di bawah mistar dengan kawalan Shinnosuke Nakatani, Ryo Hatsuse, Shuto Abe, Ryotaro Meshino, dan Deniz Hummet. Sementara Urawa Red Diamonds yang ditangani Cho Kwi-je menurunkan Shusaku Nishikawa, Danilo Boza, Takuro Kaneko, Matheus Savio, serta Hiiro Komori.
Artikel Terkait
Cerezo Osaka dan FC Tokyo Siap Lakoni Laga Pembuka J1 League