Ilhan Fandi Santai Hadapi Laga Penentu Lawan Indonesia

- Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:30 WIB
Ilhan Fandi Santai Hadapi Laga Penentu Lawan Indonesia

Striker Timnas Singapura, Ilhan Fandi, memilih menikmati tekanan jelang laga penentu Grup A Piala AFF 2026 melawan Indonesia. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Jalan Besar, Singapura, Jumat (7/8/2026) malam WIB, menjadi krusial bagi kedua tim: Indonesia wajib menang untuk memastikan tiket semifinal, sementara Singapura hanya butuh hasil imbang untuk mengamankan posisi dua besar.

Di tengah situasi yang menegangkan, pemain berusia 23 tahun itu justru tidak ingin terbebani. Ia memilih mengingat kembali alasan awalnya bermain sepak bola.

"Bagi saya, saya hanya ingin tampil, bersenang-senang, dan menikmati kompetisi di Piala AFF 2026," ujar Ilhan.

Menurutnya, sepak bola sejak awal adalah olahraga yang memberinya kebahagiaan. Karena itu, ia ingin tetap menikmati setiap pertandingan bersama Timnas Singapura. "Ini selalu soal mengingat kembali alasan saya mulai bermain sepak bola sejak awal, yaitu karena saya menikmati permainan ini," lanjutnya.

Meski tampil tanpa tekanan, Ilhan tetap memiliki target pribadi. Penyerang Singapura itu ingin memberikan kontribusi maksimal sekaligus membuat keluarganya bangga. "Saya juga ingin membuat keluarga saya bangga," tegasnya.

Ia juga mengaku sepak bola telah memberikan banyak pengalaman berharga, termasuk kesempatan bertemu dan memiliki banyak sahabat. "Sepak bola memberikan begitu banyak kebahagiaan bagi saya, dan lewat olahraga inilah saya mendapatkan banyak sahabat dekat. Saya ingin membantu tim melangkah sejauh mungkin dan memberikan kontribusi dengan cara apa pun yang saya bisa," katanya.

Ancaman untuk Pertahanan Indonesia

Ilhan Fandi menjadi salah satu pemain yang patut diwaspadai lini belakang Timnas Indonesia. Posturnya yang mencapai sekitar 1,83 meter memberinya keunggulan dalam duel udara. Selain itu, kemampuan membaca ruang dan mencari posisi di kotak penalti menjadi kekuatan utamanya.

Pada Piala AFF 2026, Ilhan telah menunjukkan ketajamannya dengan mencetak gol saat Singapura menghadapi Kamboja dan Timor Leste. Kehadirannya membuat pertahanan Indonesia harus bekerja ekstra keras. Rizky Ridho dan kolega tidak hanya harus mengantisipasi serangan dari sektor sayap, tetapi juga wajib memperhatikan pergerakan Ilhan di dalam kotak penalti.

Apalagi, Singapura memiliki modal positif sebelum menghadapi Indonesia. The Lions mengoleksi tujuh poin dari tiga pertandingan dan belum terkalahkan. Mereka meraih kemenangan atas Kamboja dan Timor Leste serta bermain imbang melawan Vietnam.

Sebaliknya, Indonesia datang dengan tekanan lebih besar setelah menderita kekalahan telak 0-3 dari Vietnam pada pertandingan sebelumnya. Hasil itu membuat skuad asuhan John Herdman turun ke posisi ketiga dengan koleksi enam poin. Karena itu, kemenangan menjadi harga mati bagi Indonesia. Jika berhasil mengalahkan Singapura, Indonesia akan mengoleksi sembilan poin dan berhak melaju ke semifinal.

Sementara itu, hasil imbang sudah cukup bagi Singapura untuk mempertahankan posisinya di dua besar. Situasi tersebut menjadikan pertandingan di Stadion Jalan Besar sebagai laga hidup-mati bagi Garuda. Indonesia harus mampu mengatasi tekanan sekaligus meredam sejumlah pemain berbahaya Singapura, termasuk Ilhan Fandi.

Putra Legenda Singapura

Ilhan Fandi lahir di Singapura pada 8 November 2002. Ia merupakan putra legenda sepak bola Singapura, Fandi Ahmad. Sepak bola juga menjadi bagian besar dalam keluarganya; dua kakaknya, Irfan Fandi dan Ikhsan Fandi, juga pernah memperkuat Timnas Singapura.

Ilhan sempat menjalani karier di luar Singapura, termasuk bermain di Thailand. Mulai musim 2026/2027, ia kembali ke negaranya dan memperkuat Lion City Sailors. Kini, ia kembali menjadi salah satu tumpuan Singapura menghadapi pertandingan penting melawan Indonesia.

Dengan kondisi berbeda yang dihadapi kedua tim, pertandingan Jumat malam dipastikan berlangsung sengit. Singapura bisa bermain lebih tenang karena hanya membutuhkan hasil imbang, sementara Indonesia justru harus keluar menyerang dan memburu kemenangan. Di tengah tekanan tersebut, Ilhan Fandi memilih menikmati pertandingan. Sementara bagi Garuda, tidak ada pilihan lain selain menang.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags