Nova Widianto Kembali ke Pelatnas Cipayung sebagai Kepala Pelatih Ganda Campuran

- Rabu, 05 Agustus 2026 | 19:30 WIB
Nova Widianto Kembali ke Pelatnas Cipayung sebagai Kepala Pelatih Ganda Campuran

Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) resmi menunjuk Nova Widianto sebagai Kepala Pelatih ganda campuran Pelatnas Cipayung pada Rabu (5/8/2026). Keputusan ini diambil setelah Nova kembali dari Asosiasi Bulu Tangkis Malaysia (BAM) dan mundurnya Rionny Mainaky dari posisi tersebut pada akhir Juli 2026.

Nova dinilai memiliki rekam jejak dan pengalaman yang matang di sektor ganda campuran, baik sebagai pemain kelas dunia maupun pelatih. Kabid Binpres PP PBSI, Eng Hian, menyatakan bahwa pengalaman Nova diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi prestasi Indonesia di level internasional.

"Nova merupakan sosok yang memiliki pengalaman dan pemahaman yang sangat baik di sektor ganda, baik sebagai atlet maupun pelatih," kata Eng Hian.

Eng Hian menambahkan bahwa federasi menginginkan peningkatan kualitas serta daya saing para atlet di bawah asuhan Nova. "Kami berharap kehadirannya dapat membawa energi baru, meningkatkan kualitas pembinaan, memperkuat daya saing pasangan-pasangan ganda campuran Indonesia, serta mengantarkan mereka meraih prestasi terbaik di berbagai turnamen internasional," tuturnya.

Sebelumnya, Nova mengakhiri masa jabatannya di Malaysia setelah mengantar pasangan Chen Tang Jie/Toh Ee Wei meraih gelar juara dunia ganda campuran pertama bagi Malaysia pada 2025. Nova menyampaikan apresiasinya kepada federasi Malaysia atas kesempatan dan kerja sama yang terjalin selama tiga tahun terakhir.

"Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada BAM yang telah memberi saya kesempatan menjadi bagian dari keluarga bulu tangkis Malaysia," kata Nova.

Nova juga menambahkan rasa hormatnya kepada seluruh jajaran yang telah mendukungnya selama bertugas. "Merupakan sebuah kehormatan bisa bekerja bersama para pemain, pelatih, dan staf pendukung. Saya juga berterima kasih atas dukungan yang saya terima selama berada di Malaysia," ujarnya.

Ia pun menutup pernyataannya dengan memberikan doa terbaik bagi masa depan bulu tangkis Malaysia. "Saya mendoakan seluruh keluarga BAM meraih kesuksesan pada masa mendatang," ujar Nova.

Presiden BAM, Tengku Datuk Seri Zafrul Abdul Aziz, turut memberikan pujian atas profesionalisme dan dedikasi Nova selama berada di skuad Malaysia. "Pelatih Nova telah mengabdi kepada bulu tangkis Malaysia dengan dedikasi dan profesionalisme. Kontribusinya terhadap perkembangan program ganda campuran sangat berarti," katanya.

Ia menyebutkan bahwa pencapaian gelar juara dunia merupakan momen paling membanggakan selama masa kepelatihan Nova. "Gelar juara dunia yang diraih Tang Jie dan Ee Wei menjadi momen membanggakan bagi bulu tangkis Malaysia sekaligus tonggak penting selama masa kepelatihannya," kata Zafrul.

Zafrul juga menyampaikan ucapan perpisahan serta doa untuk karier Nova selanjutnya di Indonesia. "Atas nama BAM, saya mengucapkan terima kasih kepada pelatih Nova atas pengabdiannya dan mendoakan yang terbaik bagi diri serta keluarganya saat memulai babak baru di Indonesia," ucapnya.

Pesan haru juga disampaikan oleh pemain ganda campuran Malaysia, Toh Ee Wei, yang merasa bersyukur pernah dilatih oleh Nova. "Kami menghormati keputusan tersebut dan sangat bersyukur bahwa jalan kami pernah bertemu," katanya.

Ee Wei menegaskan bahwa keberadaan Nova telah memberikan dampak yang sangat besar bagi perkembangan kariernya. "Setiap pelatih meninggalkan dampak berbeda, dan kami senang serta merasa terhormat telah memiliki Anda sebagai pelatih kami," ujarnya.

Ia mengapresiasi bimbingan dan kepercayaan yang diberikan Nova di dalam maupun di luar lapangan. "Terima kasih atas bimbingan, kepercayaan, dan dedikasi Anda sepanjang perjalanan kami," kata Ee Wei.

Ee Wei menutup pesannya dengan menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan tanpa henti dari Nova. "Terima kasih karena selalu menjaga tim ganda campuran, mendukung kami, dan membantu kami berkembang baik di dalam maupun di luar lapangan," tuturnya.

Sementara itu, pihak PBSI menyampaikan apresiasi atas pengabdian Rionny Mainaky dan Amon Sunaryo yang sebelumnya menangani ganda campuran Cipayung. "PP PBSI menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dedikasi, kerja keras, serta kontribusi yang telah diberikan selama menjadi bagian dari pelatnas PBSI. Semoga Rionny dan Amon senantiasa sukses dan diberikan yang terbaik dalam setiap langkah serta perjalanan karier mereka ke depan," tulis PP PBSI.

Kepindahan Nova kembali ke Pelatnas Cipayung sekaligus mengisi kekosongan posisi pelatih kepala, sementara BAM menunjuk Lutfi Zaim Khalid untuk memegang kendali tim ganda campuran Malaysia secara sementara.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags