PSSI Resmikan Perubahan Nama Malut United Menjadi Java United FC, Markas Pindah ke Semarang

- Rabu, 05 Agustus 2026 | 16:30 WIB
PSSI Resmikan Perubahan Nama Malut United Menjadi Java United FC, Markas Pindah ke Semarang

Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) resmi mengesahkan perubahan nama Malut United FC menjadi Java United FC dalam Kongres Biasa PSSI yang digelar Senin (3/8/2026). Keputusan ini sekaligus memindahkan markas klub dari Ternate, Maluku Utara, ke Stadion Jatidiri, Semarang, Jawa Tengah, untuk mengarungi kompetisi Super League 2026/2027.

Perubahan identitas ini tidak hanya sekadar ganti nama. Klub yang musim lalu berkompetisi di kasta tertinggi Liga Indonesia itu juga memperkenalkan julukan baru, Laskar Kepodang Emas, menggantikan julukan sebelumnya, Laskar Kie Raha. Manajemen klub menyebut langkah ini merupakan bagian dari restrukturisasi yang telah melalui pertimbangan matang.

Presiden Java United, Sofyan Lestaluhu, menegaskan bahwa perubahan ini bertujuan untuk pengembangan klub secara berkelanjutan. "Keputusan perubahan nama dan markas tim telah melalui pertimbangan matang dari manajemen dengan tujuan membangun klub yang semakin profesional dan berkelanjutan," ujarnya.

Meski pindah markas, Sofyan memastikan sejarah klub di Maluku Utara tidak akan dilupakan. "Maluku Utara akan tetap menjadi bagian dari perjalanan kami. Perubahan ini bukan akhir, melainkan perwujudan yang lebih besar dari visi misi klub terhadap pengembangan sepak bola nasional," tambahnya.

Manajemen juga menegaskan komitmennya untuk bersinergi dengan ekosistem sepak bola di Semarang tanpa mengganggu klub lokal yang sudah ada. "Java United hadir untuk berkontribusi terhadap kemajuan sepak bola nasional. Kami berharap dapat bekerja sama dengan seluruh stakeholder sepak bola di Jawa Tengah untuk bersatu membangun masa depan sepak bola nasional yang lebih baik dan berprestasi," tutur Sofyan.

Meski pindah ke Semarang, seluruh fasilitas yang dibangun di Ternate, seperti pusat latihan Akademi Merah Putih, tetap dipertahankan. Akademi yang bekerja sama dengan klub Portugal SL Benfica tersebut akan membina hingga 150 anak yatim piatu dan kurang mampu secara gratis.

Sebelum bertransformasi, klub ini mencatatkan prestasi pesat sejak berdiri pada 2023. Mereka berhasil promosi dari Liga 2, lalu di musim debutnya di kasta tertinggi langsung finis di peringkat tiga besar. Pada musim 2025/2026, mereka menempati posisi keenam.

Perubahan Nama Klub Lain

Dalam Kongres PSSI 2026, perubahan nama juga dialami oleh klub promosi Adhyaksa FC yang resmi berganti identitas menjadi Isen Mulang Kalteng FC. Tim tersebut memindahkan markasnya dari Banten ke Kalimantan Tengah. Presiden Isen Mulang Kalteng FC, Eko Setyawan, menjelaskan alasan pemilihan nama baru. "Nama Isen Mulang FC tepat untuk membangun identitas sepak bola Kalimantan Tengah. Isen Mulang merupakan bahasa daerah yang memiliki arti pantang mundur," katanya.

PSSI menegaskan perubahan nama sejumlah klub ini merupakan langkah modernisasi dan branding agar klub-klub di Indonesia tampil lebih relevan serta dikenal luas oleh publik. "Kita ingin klub-klub ini lebih relevan dan dikenal luas," ujar Ketua PSSI. Seluruh keputusan mengenai perubahan nama dan domisili klub peserta kompetisi telah berlaku resmi untuk mengarungi musim baru Super League 2026/2027.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags