Pertemuan Timnas Indonesia dengan Vietnam pada Piala AFF 2026 bukan sekadar perebutan tiga poin. Duel di Stadion Pakansari, Bogor, Senin (3/8/2026) pukul 20.30 WIB ini mempertemukan dua tim dengan keunggulan berbeda: Indonesia membawa skuad bernilai pasar lebih tinggi, sementara Vietnam unggul dalam peringkat FIFA dan koleksi gelar.
Kedua tim datang dengan modal yang nyaris berimbang. Indonesia memiliki nilai pasar skuad yang lebih mewah dan rekor pertemuan yang sedikit lebih baik. Vietnam, di sisi lain, menempati peringkat FIFA jauh lebih tinggi dan telah tiga kali mengangkat trofi Piala AFF.
Di bawah arahan John Herdman, Indonesia saat ini menghuni peringkat ke-118 dunia dengan 1.157,14 poin. Adapun Vietnam yang diasuh Kim Sang-sik berada di posisi ke-99 dengan 1.227,20 poin. Meski kalah peringkat, valuasi skuad Garuda mencapai Rp163,82 miliar, sedangkan seluruh pemain Vietnam bernilai sekitar Rp115,15 miliar.
Dari daftar pemain yang tampil di turnamen ini, Justin Hubner menjadi aset termahal Indonesia dengan nilai pasar sekitar Rp17,38 miliar. Di kubu Vietnam, status pemain bernilai tertinggi dipegang Rafaelson dengan estimasi harga pasar sekitar Rp9,56 miliar.
Keunggulan lain Indonesia terlihat dari rata-rata usia pemain yang lebih muda, yakni 26,1 tahun dibanding Vietnam yang berada di angka 27,3 tahun. Namun, pengalaman Vietnam di Piala AFF masih lebih mengesankan. Tim berjuluk The Golden Star Warriors tersebut telah mengangkat trofi sebanyak tiga kali, sedangkan Indonesia masih berusaha mengakhiri penantian panjang untuk meraih gelar pertamanya.
Catatan pertemuan kedua negara menunjukkan persaingan yang sangat ketat. Dari total 25 pertandingan, Indonesia membukukan delapan kemenangan, Vietnam mengoleksi tujuh kemenangan, dan 10 laga lainnya berakhir imbang. Produktivitas gol keduanya pun seimbang: sama-sama telah mencetak 31 gol.
Memasuki Piala AFF 2026, performa Indonesia sedikit lebih menjanjikan. Tim Garuda menyapu bersih dua pertandingan awal dengan kemenangan dan mengoleksi selisih gol plus tujuh. Raihan tersebut membawa Indonesia menempati peringkat kedua klasemen sementara Grup A dengan enam poin.
Vietnam berada tepat di bawah Indonesia dengan empat poin dari dua pertandingan. Tim besutan Kim Sang-sik meraih satu kemenangan dan satu hasil imbang, serta memiliki selisih gol yang juga mencapai plus tujuh.
Sementara itu, Singapura memimpin klasemen Grup A setelah mengumpulkan tujuh poin dari tiga laga. Dua kemenangan dan satu hasil imbang membawa mereka ke puncak meski hanya memiliki selisih gol plus tiga. Kamboja masih belum meraih poin setelah menelan dua kekalahan dan mencatat selisih gol minus lima. Adapun Timor Leste menghuni posisi juru kunci usai kalah dalam tiga pertandingan dengan selisih gol minus 12.
Usai menghadapi Vietnam, Indonesia dijadwalkan kembali bertanding melawan Singapura pada Jumat (7/8/2026). Pertandingan tersebut akan berlangsung di Stadion Jalan Besar, Kallang, Singapura, mulai pukul 21.00 WIB.
Perbandingan Indonesia vs Vietnam
| Indonesia | Kategori | Vietnam |
|---|---|---|
| John Herdman | Pelatih | Kim Sang-sik |
| 118 | Peringkat FIFA | 99 |
| 1.157,14 | Poin FIFA | 1.227,20 |
| Rp163,82 miliar | Nilai pasar skuad | Rp115,15 miliar |
| Justin Hubner (Rp17,38 miliar) | Pemain termahal | Rafaelson (Rp9,56 miliar) |
| 26,1 tahun | Rata-rata usia skuad | 27,3 tahun |
Artikel Terkait
Timnas Indonesia Incar Kemenangan atas Vietnam untuk Amankan Tiket Semifinal Piala AFF 2026
Indonesia Vs Vietnam, Laga Penentu di Grup A Piala AFF 2026
Empat Pemain Timnas Indonesia Belum Tampil di Piala AFF 2026, Termasuk Rizky Eka Pratama
Defisit Dagang Vietnam Melebar di Tengah Lonjakan Impor dan Tekanan Tarif AS