Cahya Supriadi Masuk Skuad Final Timnas untuk ASEAN Championship 2026

- Jumat, 31 Juli 2026 | 18:00 WIB
Cahya Supriadi Masuk Skuad Final Timnas untuk ASEAN Championship 2026

Kiper PSIM Yogyakarta, Cahya Supriadi, resmi masuk dalam skuad final Tim Nasional Indonesia untuk ASEAN Championship 2026 di Thailand. Kepastian itu didapat setelah ia mengikuti pemusatan latihan di Bali pada 12-25 Juli 2026. Peluangnya tampil sebagai starter pada laga kedua Grup A melawan Timor Leste di Stadion Chonburi pun mengemuka, menyusul kesalahan yang dilakukan penjaga gawang utama Nadeo Argawinata saat Indonesia menang 5-1 atas Kamboja di Stadion Pakansari, Senin (27/7).

Manajer PSIM Yogyakarta, Iksan Mahar, menyambut hangat pemanggilan tersebut. "Kami bangga Pelatih Tim Nasional Indonesia John Herdman memberikan kepercayaan kepada salah satu pemain andalan PSIM Jogja, Cahya Supriadi, untuk bergabung dengan skuad ASEAN Championship 2026. Kami berharap Cahya memberikan kemampuan terbaik dalam setiap sesi bersama skuad Garuda," ujarnya.

Manajemen Laskar Mataram berharap kesempatan ini menjadi sarana mengasah kemampuan sang penjaga gawang sekaligus membantu Timnas Indonesia memutus rekor belum pernah meraih gelar juara di turnamen sepak bola terbesar se-Asia Tenggara tersebut. "Pengalaman berharga ini kami harapkan bisa menjadi bekal bagi Cahya untuk terus berkembang dan nantinya memberikan kontribusi positif bagi PSIM ketika kembali memperkuat tim di kompetisi Liga Indonesia," kata Iksan.

Iksan menambahkan bahwa tampil di level regional bukan hal baru bagi kiper kelahiran Karawang tersebut. "Tampil di ajang ASEAN bukan hal baru bagi Cahya karena dia pernah tampil pada 2024 lalu. Kami berharap dia bisa mempersembahkan prestasi lebih baik bagi timnas yang belum pernah menjadi juara di ajang sepak bola paling bergengsi di Asia Tenggara," ujarnya. Pihak klub meyakini partisipasi internasional ini akan memberikan dampak berantai bagi performa tim di liga domestik. "Bagi PSIM, kehadiran Cahya di timnas tidak hanya menjadi kebanggaan, tetapi juga diharapkan membawa dampak positif bagi perkembangan sang pemain dan klub pada musim mendatang," kata Iksan.

Di sisi lain, pengamat sepak bola nasional Luciano Leandro menilai persaingan di posisi kiper Tim Garuda berjalan sangat kompetitif. Mantan pemain Persija Jakarta tersebut memandang pengalaman internasional Nadeo tetap menjadi pertimbangan utama. "Menurut saya, persaingan di posisi penjaga gawang Timnas Indonesia saat ini sangat menarik. Nadeo Argawinata tetap menjadi salah satu kiper terbaik Indonesia," ujar Luciano. Ia menilai satu kesalahan tidak membatalkan kualitas yang dimiliki oleh seorang penjaga gawang senior. "Pengalamannya di level internasional dan ketenangannya dalam pertandingan besar adalah nilai tambah yang sangat penting. Satu kesalahan tidak seharusnya mengubah penilaian terhadap kualitas seorang penjaga gawang," katanya.

Meski membela posisi Nadeo, Luciano turut melayangkan pujian pada kapasitas teknik dan refleks yang dimiliki oleh Cahya Supriadi. "Cahya Supriadi adalah kiper muda yang memiliki potensi besar. Dia mempunyai refleks yang cepat, keberanian dalam duel satu lawan satu dan masa depan yang sangat menjanjikan. Persaingan seperti ini sangat baik untuk perkembangan Timnas Indonesia," ujarnya.

Terkait rotasi penjaga gawang untuk laga melawan Timor Leste, Luciano menyerahkan keputusan penuh kepada jajaran pelatih berdasarkan evaluasi latihan. "Apakah Cahya bisa menjadi starter? Tentu ada peluang. Namun, keputusan itu harus didasarkan pada performa selama latihan, kesiapan mental, konsistensi dan kebutuhan taktik tim, bukan hanya karena satu blunder dalam pertandingan," katanya. Ia menambahkan bahwa parameter utama seorang penjaga gawang adalah konsistensi dan rasa aman yang diberikan kepada barisan pertahanan. "Bagi saya, seorang penjaga gawang dinilai dari konsistensinya dalam jangka panjang, kemampuan mengorganisasi lini belakang, membaca permainan, serta memberikan rasa aman kepada seluruh tim," ujarnya.

Persaingan ketat di posisi penjaga gawang ini dinilai membawa dampak positif secara keseluruhan bagi kedalaman skuad Tim Garuda. "Yang terpenting adalah Timnas Indonesia memiliki dua penjaga gawang berkualitas yang siap bersaing secara sehat. Persaingan seperti inilah yang akan membuat kualitas tim nasional terus meningkat," kata Luciano.

Saat ini Timnas Indonesia menempati peringkat ketiga klasemen sementara Grup A ASEAN Championship 2026 dengan koleksi tiga poin, berada di bawah Singapura dan Vietnam.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags