Cahya Supriadi Berpeluang Gantikan Nadeo di Laga Kontra Timor Leste

- Jumat, 31 Juli 2026 | 17:00 WIB
Cahya Supriadi Berpeluang Gantikan Nadeo di Laga Kontra Timor Leste

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, tampaknya akan melakukan perubahan di posisi penjaga gawang saat menghadapi Timor Leste pada laga kedua Grup A Piala AFF 2026, Jumat (31/7/2026) di Stadion Chonburi, Thailand. Cahya Supriadi, kiper muda PSIM Yogyakarta, disebut-sebut berpeluang besar menjadi starter setelah Nadeo Argawinata melakukan blunder pada laga pembuka melawan Kamboja.

Pada pertandingan yang berlangsung di Stadion Pakansari, Senin (27/7/2026), Tim Garuda menang telak 5-1 atas Kamboja. Namun, kesalahan Nadeo di awal babak kedua menjadi sorotan dan memicu evaluasi di sektor penjaga gawang. Pengamat sepak bola nasional, Luciano Leandro, menilai persaingan di posisi tersebut sangat sehat dan menguntungkan bagi tim.

"Menurut saya, persaingan di posisi penjaga gawang Timnas Indonesia saat ini sangat menarik. Nadeo Argawinata tetap menjadi salah satu kiper terbaik Indonesia," ujar Luciano. Meski demikian, ia menegaskan bahwa satu kesalahan tidak serta-merta menghapus kualitas Nadeo. "Pengalamannya di level internasional dan ketenangannya dalam pertandingan besar adalah nilai tambah yang sangat penting. Satu kesalahan tidak seharusnya mengubah penilaian terhadap kualitas seorang penjaga gawang," katanya.

Di sisi lain, Luciano mengapresiasi potensi Cahya Supriadi. Menurutnya, kiper kelahiran Karawang itu memiliki refleks cepat dan keberanian dalam duel satu lawan satu. "Cahya Supriadi adalah kiper muda yang memiliki potensi besar. Dia mempunyai refleks yang cepat, keberanian dalam duel satu lawan satu, dan masa depan yang sangat menjanjikan. Persaingan seperti ini sangat baik untuk perkembangan Timnas Indonesia," tuturnya.

Luciano menekankan bahwa keputusan akhir tetap berada di tangan pelatih. "Apakah Cahya bisa menjadi starter? Tentu ada peluang. Namun, keputusan itu harus didasarkan pada performa selama latihan, kesiapan mental, konsistensi, dan kebutuhan taktik tim, bukan hanya karena satu blunder dalam pertandingan," ujarnya. Ia menambahkan, penilaian jangka panjang menjadi acuan utama. "Bagi saya, seorang penjaga gawang dinilai dari konsistensinya dalam jangka panjang, kemampuan mengorganisasi lini belakang, membaca permainan, serta memberikan rasa aman kepada seluruh tim," ucapnya.

Kehadiran dua kiper berkualitas ini diyakini akan meningkatkan performa tim secara keseluruhan. "Yang terpenting adalah Timnas Indonesia memiliki dua penjaga gawang berkualitas yang siap bersaing secara sehat. Persaingan seperti inilah yang akan membuat kualitas tim nasional terus meningkat," kata Luciano.

Sementara itu, kepastian Cahya masuk skuad final Piala AFF 2026 disambut positif oleh PSIM Yogyakarta. Manajer PSIM, Iksan Mahar, menyampaikan rasa bangganya atas kepercayaan yang diberikan pelatih kepala tim nasional. "Kami bangga Pelatih Tim Nasional Indonesia John Herdman memberikan kepercayaan kepada salah satu pemain andalan PSIM Jogja, Cahya Supriadi, untuk bergabung dengan skuad ASEAN Championship 2026. Kami berharap Cahya memberikan kemampuan terbaik dalam setiap sesi bersama skuad Garuda," ujarnya.

Iksan berharap pengalaman internasional ini menjadi bekal berharga bagi Cahya untuk terus berkembang. "Pengalaman berharga ini kami harapkan bisa menjadi bekal bagi Cahya untuk terus berkembang dan nantinya memberikan kontribusi positif bagi PSIM ketika kembali memperkuat tim di kompetisi Liga Indonesia," katanya. Manajemen Laskar Mataram juga mencatat bahwa tampil di ajang ASEAN bukan hal baru bagi Cahya karena ia pernah tampil pada 2024 lalu. "Kami berharap dia bisa mempersembahkan prestasi lebih baik bagi timnas yang belum pernah menjadi juara di ajang sepak bola paling bergengsi di Asia Tenggara," tuturnya.

Sebelum dipastikan masuk skuad final, Cahya telah mengikuti pemusatan latihan tahap pertama pada pertengahan Juli 2026 dan tahap kedua di Bali pada 12-25 Juli 2026. Skuad Garuda dijadwalkan mengarungi turnamen hingga 27 Agustus 2026.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags