Bahia mengincar posisi empat besar klasemen Serie A Liga Brasil saat bertandang ke markas Fluminense di Stadion Maracana, Rio de Janeiro, Rabu (29/7/2026) malam waktu setempat. Saat ini Bahia duduk di peringkat keenam dengan 31 poin, hanya terpaut dua angka dari Fluminense yang berada di posisi keempat. Kemenangan di laga pekan ke-21 ini akan menggeser Fluminense sekaligus membuka peluang Bahia menembus zona Copa Libertadores.
Namun, misi itu tidak akan mudah. Bahia membawa catatan buruk: belum pernah menang atas Fluminense di Stadion Maracana sejak 1987. Kemenangan terakhir tim berjuluk Esquadrao itu di stadion legendaris tersebut terjadi 38 tahun lalu lewat gol tunggal Ronaldo Marques di ajang Liga Brasil. Sementara itu, kemenangan tandang terakhir Bahia atas Fluminense terjadi pada 2011 di Stadion Nilton Santos, berkat gol Jobson.
Pelatih Rogerio Ceni juga dihadapkan pada krisis pemain. Enam pilar utama dipastikan absen. Gelandang Erick masih menjalani perawatan infeksi kaki, sementara Leo Vieira dan Caio Alexandre cedera. Ze Guilherme serta David Duarte harus absen akibat akumulasi kartu, dan Kike Olivera sedang menyelesaikan negosiasi masa depannya. Situasi ini memaksa Ceni memanggil pemain U-20 seperti Sidney untuk memperkuat skuad utama.
Laga penting ini akan dipimpin wasit berlisensi FIFA, Raphael Claus. Wasit berusia 46 tahun asal Sao Paulo itu telah memimpin pertandingan di dua edisi Piala Dunia, yakni 2022 dan 2026. Ia akan dibantu asisten Danilo Ricardo Simon Manis dan Leila Naiara Moreira da Cruz, dengan dukungan teknologi VAR yang dipimpin Daiane Muniz.
Setelah laga di Maracana, Bahia mendapat jeda sepuluh hari sebelum menjamu Vasco da Gama di Arena Fonte Nova pada 9 Agustus 2026.
Artikel Terkait
Hulk Buang Peluang Emas, Fluminense Ditahan Imbang Bahia di MaracanĂ£
Gol Debut Diego Caito Selamatkan Gremio dari Kekalahan Lawan Fluminense
Gremio Tertahan di Kandang, Suporter Mencemooh Luis Castro
Atletico Mineiro Gagal Menang di Kandang, Ditahan Imbang Bahia 1-1