Indonesia memiliki catatan sejarah yang sangat dominan atas Kamboja saat kedua tim bertemu dalam lanjutan Piala AFF 2026, Senin (27/7) di Stadion Pakansari, Bogor. Namun, rekor 16 kemenangan dari 19 pertemuan itu belum tentu menjamin laga berjalan mudah.
Kamboja datang dengan tekanan besar setelah gagal meraih poin di pertandingan pertama. Mereka kalah 1-2 dari Singapura, sehingga laga melawan Indonesia menjadi penentu peluang lolos ke fase berikutnya.
Secara statistik, Indonesia unggul jauh. Dari 19 pertemuan di berbagai ajang, Garuda menang 16 kali, sementara Kamboja hanya dua kali menang dan satu laga berakhir imbang. Produktivitas gol Indonesia juga mengesankan: 80 gol telah dibobol ke gawang Kamboja, menjadikannya salah satu rekor tertinggi Indonesia terhadap satu lawan.
Beberapa kemenangan besar pernah dicatatkan, seperti 10-0 di SEA Games 1995, 8-0 pada Kualifikasi Piala Dunia 1998 dan Piala AFF 2004, serta 9-2 di Kualifikasi Piala Asia 2000.
Meski demikian, kekuatan Kamboja tidak bisa diremehkan. Dalam lima pertemuan terakhir, Indonesia tidak pernah menang dengan selisih lebih dari dua gol. Pertemuan terakhir di Piala AFF 2022 berakhir 2-1 untuk Indonesia berkat gol Egy Maulana Vikri dan Witan Sulaeman, sementara Kamboja memperkecil melalui Saret Krya.
Bermain di kandang sendiri menjadi keuntungan bagi Indonesia. Dukungan penuh suporter di Stadion Pakansari diharapkan bisa mendorong skuad Garuda meraih kemenangan dan membuka jalan menuju fase berikutnya.
Artikel Terkait
Rizky Ridho Calon Kapten Timnas Indonesia Lawan Kamboja di Piala AFF 2026
Timnas Indonesia Hadapi Kamboja di Laga Perdana Piala AFF 2026, Kenangan Pesta Gol 8-0 Kembali Menyeruak
Prediksi Timnas Indonesia Vs Kamboja: Garuda Diunggulkan, Herdman Ingatkan Kewaspadaan
Indonesia Hadapi Kamboja di Laga Perdana Piala AFF 2026