Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, mencatatkan debut impresif di Moto3 2026 dengan finis kedelapan pada GP Jerman di Sirkuit Sachsenring. Hasil itu membawanya ke posisi keenam klasemen sementara dengan koleksi 90 poin, unggul empat angka dari pembalap Malaysia Hakim Danish yang mengumpulkan 86 poin.
Memulai balapan dari posisi ke-13, Veda mampu menembus delapan besar dan meraih tambahan delapan poin penting. Ia juga mencatat waktu tercepat pada sesi latihan, menunjukkan kecepatan dan adaptasi yang baik di sirkuit yang menantang tersebut.
Posisi keenam membuka peluang bagi Veda untuk menembus lima besar klasemen dunia jika mampu mempertahankan konsistensi pada seri-seri berikutnya. Seri selanjutnya akan berlangsung di Silverstone, Inggris, yang menjadi kesempatan untuk menambah poin kembali.
Ayah Veda, Sudarmono, mantan pembalap nasional yang pensiun pada 2018 dan kini mengelola sekolah balapnya sendiri, menilai semangat juang dan mental Veda berbeda dari pembalap lain. "Semua pembalap terlihat cepat waktu kecil, nanti baru kelihatan (perbedaannya) waktu mereka mendapat lawan yang lebih sulit," ujar Sudarmono.
Sudarmono menambahkan, "Saya sendiri baru melihat Veda punya sesuatu yang lebih waktu dia balapan Asia Talent Cup. Di sana dia sudah mendapatkan kepercayaan diri buat bersaing." Veda memulai kiprah balapnya di Asia Talent Cup pada 2021 dan menjadi juara pada 2023 sebelum melanjutkan ke ajang Red Bull Rookies Cup dan JuniorGP.
Saat ini, Veda menjadi satu-satunya pembalap Honda di Moto3 yang mampu bersaing dengan dominasi tim KTM. Keberanian dan tekadnya juga dibentuk sejak kecil melalui pendidikan yang menekankan kemandirian dan mimpi yang harus dikejar maksimal, seperti yang disampaikan ayahnya.
Artikel Terkait
MotoGP Inggris 2026 Siap Digelar, Veda Ega Pratama Jadi Sorotan
Mario Suryo Aji dan Veda Ega Pratama Optimistis Tampil di MotoGP Mandalika 2026
Veda Ega Pratama dan Mario Aji Gelar Jumpa Fans di Jakarta Pusat
Hasil FP2 Moto3 Jerman 2026: Veda Ega Pratama Terpuruk di Posisi 20, Quiles Tercepat