Sejumlah atlet panahan muda menorehkan cerita inspiratif di ajang MilkLife Archery Challenge Kejurnas Junior 2026. Mereka tak hanya berjuang meraih medali, tetapi juga melawan rasa takut dan keterbatasan. Partai final divisi compound dan recurve telah rampung pada Minggu (26/7) di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah.
Salah satu kisah mengharukan datang dari Aura Thifalya Salma Hartono Putri, atlet asal DIY yang berlaga di divisi Compound U18. Ia mempersembahkan medali emas untuk sang ibu yang berulang tahun pada bulan ini. Tak hanya itu, medali ini juga menjadi kado perpisahan bagi dirinya di level junior karena usianya sudah melewati batas.
"Saya persembahkan untuk mama yang bulan ini ulang tahun. Selain itu juga untuk aku sendiri karena kan ini tahun terakhirku ikut kejuaraan junior," ujarnya.
Aura berhasil membawa pulang dua medali untuk skuad DIY: satu emas dan satu perak. Ia mengaku resep suksesnya adalah kegigihan berlatih. Sejak kelas 2 SD, ia berlatih enam hari dalam sepekan dan hanya satu hari untuk istirahat.
"Kalau capek istirahat tetapi jangan menyerah. Jangan cepat puas tetapi selalu bersyukur," katanya.
Perjalanan Aura tak selalu mulus. Ia sempat ingin berhenti karena mengalami "target panic", gangguan psikologis yang membuat pemanah cemas saat membidik sasaran. Kondisi ini menghantuinya sejak usia 12 hingga 15 tahun. Namun, dukungan orang tua membuatnya bangkit.
"Dukungan dari mama dan papa yang selalu bilang harus yakin dan harus yakin. Akhirnya tetap lanjut menekuni panahan. Semoga bisa masuk Pelatnas," imbuhnya.
Kisah serupa datang dari Khairunnisa, atlet Kalimantan Timur di divisi Compound U15 Putri. Ia berhasil mempertahankan gelar juara yang diraihnya di Kejurnas Junior 2025 di Kudus. Kemenangan ini terasa istimewa karena kedua orang tuanya tidak bisa hadir akibat mahalnya biaya pesawat.
"Pertandingannya bikin deg-degan. Tidak menyangka bisa meraih medali emas sekaligus mempertahankan emas Kejurnas Junior 2025 di Kudus juga," katanya.
Medali itu ia persembahkan untuk kedua orang tuanya yang mendukung dari jauh. Ia bertekad terus menekuni panahan dan memiliki mimpi mulia.
"Akan terus menekuni panahan dan semoga saya bisa memberangkatkan haji kedua orang tua saya," doanya.
Di divisi Recurve U13 Putri, Embun Adeeva Setyawan dari Jawa Tengah berhasil meraih medali emas. Meski sempat dilanda tremor karena gugup, ia mengingat pesan ibunya untuk membaca istighfar.
"Tarik napas kemudian baca istighfar. Biasanya saya lakukan itu sesuai pesan dari mama. Alhamdulillah jadi lebih tenang," ucapnya.
Sementara itu, Mikail Rachman Husain asal DKI Jakarta naik podium di divisi Compound U18 Putra. Ia mengaku lega bisa menuntaskan tugasnya dengan baik meski harus melawan atlet Jawa Barat yang tangguh dan angin kencang.
Artikel Terkait
Embun Adeeva Setyawan Sumbang Emas untuk Jateng di Kejurnas Junior 2026
Minum Obat Maag Sebelum Lari 400 Meter, Atlet Muda Ini Ambruk di Garis Finis
Tiga Siswi Tuna Rungu dari Kudus Tampil di Lintasan Atletik MilkLife Challenge
Final HYDROPLUS Soccer League All-Stars 2026: Goal Aksis dan Akademi Persib Bandung Siap Bertarung