Adrian Dalmau Batal ke PSM, PSIM Yogyakarta Jadi Pelabuhan Baru

- Jumat, 24 Juli 2026 | 19:00 WIB
Adrian Dalmau Batal ke PSM, PSIM Yogyakarta Jadi Pelabuhan Baru

Bursa transfer Super League 2026/2027 kembali menghadirkan kejutan. Penyerang asal Spanyol, Adrian Dalmau Vaquer, yang sebelumnya santer dikaitkan dengan PSM Makassar, justru dikabarkan memilih bergabung dengan klub promosi PSIM Yogyakarta.

Rumor yang beredar dalam beberapa hari terakhir menyebut mantan pemain akademi Real Madrid U-18 itu telah mencapai kesepakatan dengan Laskar Mataram. Jika kabar tersebut benar, PSM dipastikan kehilangan satu target utama yang diproyeksikan menjadi ujung tombak baru tim asuhan Darije Kalezic.

Kabar ini menjadi pukulan bagi manajemen PSM yang hingga kini masih berusaha menyempurnakan komposisi pemain asing menjelang bergulirnya kompetisi musim depan. Sebelumnya, nama Adrian Dalmau hampir setiap hari dikaitkan dengan PSM Makassar. Bahkan, sejumlah laporan menyebut proses negosiasi telah memasuki tahap akhir dan hanya menyisakan penandatanganan kontrak.

Namun, hingga memasuki pekan terakhir Juli, pengumuman resmi tak kunjung dilakukan. Di saat para pendukung PSM masih menunggu kepastian, justru muncul kabar bahwa striker berusia 32 tahun tersebut semakin dekat bergabung dengan PSIM Yogyakarta. Apabila transfer itu benar-benar terwujud, PSM harus kembali memulai proses pencarian striker dari awal. Padahal, sektor penyerang menjadi pekerjaan rumah terbesar yang belum mampu diselesaikan manajemen sejak musim lalu.

Striker Berpengalaman yang Diincar Darije

Adrian Dalmau bukan sosok asing di sepak bola Eropa. Kariernya dimulai dari akademi San Francisco sebelum bergabung dengan akademi Real Madrid U-18 pada 2011. Setelah itu, ia melanjutkan proses pembinaan di akademi Rayo Vallecano sebelum memulai karier profesional bersama sejumlah klub Spanyol.

Perjalanan kariernya kemudian membawanya berkelana ke berbagai kompetisi Eropa. Dalmau pernah memperkuat Rayo Vallecano B, Zamora, Racing Ferrol, Espanyol B, Mallorca, Villarreal B, Heracles Almelo, FC Utrecht, Sparta Rotterdam, AD Alcorcon, Korona Kielce, hingga Piast Gliwice. Pengalaman bermain di beberapa negara membuatnya dikenal sebagai striker yang matang dan memiliki karakter bermain yang komplet.

Puncak performanya terjadi saat membela Heracles Almelo pada Eredivisie Belanda musim 2018/2019. Kala itu, Dalmau mencetak 19 gol dalam 33 pertandingan, menjadikannya salah satu penyerang paling produktif di kompetisi tersebut. Dengan tinggi badan mencapai 1,82 meter, Dalmau dikenal kuat dalam duel udara, tajam di depan gawang, serta memiliki kemampuan membuka ruang bagi rekan-rekannya. Karakter seperti inilah yang sejak awal dinilai sangat sesuai dengan kebutuhan PSM Makassar.

Lini Depan Masih Belum Lengkap

Kegagalan mendatangkan Adrian Dalmau membuat komposisi lini depan PSM hingga kini masih belum ideal. Saat ini, Darije Kalezic praktis baru memiliki dua opsi utama di sektor serang. Nama pertama adalah Luka Cumic, pemain asing yang didatangkan pada putaran kedua musim lalu. Meski belum tampil konsisten, winger asal Montenegro itu tetap dipertahankan dan diharapkan mampu menunjukkan performa lebih baik setelah menjalani pramusim penuh bersama tim.

Pilihan lainnya adalah Aregio Aguero, pemain naturalisasi berdarah Argentina yang menjadi salah satu wajah baru Pasukan Ramang musim ini. Aregio diproyeksikan menambah kreativitas serangan sekaligus memberikan variasi di lini depan. Namun, keduanya bukan tipikal penyerang tengah murni yang memiliki naluri mencetak gol tinggi seperti Dalmau. Inilah yang membuat kebutuhan akan seorang bomber asing masih menjadi prioritas utama manajemen.

Darije Butuh Mesin Gol Baru

Sejak resmi kembali menangani PSM Makassar, Darije Kalezic tidak pernah menyembunyikan keinginannya membangun tim yang lebih kompetitif dibanding musim lalu. Pelatih asal Bosnia itu ingin menghadirkan keseimbangan di seluruh lini. PSM memang telah memperkuat sektor pertahanan dengan mendatangkan Nenad Lalic, sementara lini tengah kini diperkuat gelandang bertahan asal Makedonia Utara, Stefan Jevtoski. Namun, lini depan justru masih menjadi sektor yang belum menemukan bentuk terbaiknya.

Padahal, musim lalu minimnya produktivitas gol menjadi salah satu penyebab PSM harus berjuang hingga pekan-pekan terakhir untuk menghindari zona degradasi. Kehadiran striker berpengalaman seperti Dalmau diharapkan mampu menjadi solusi. Kini, setelah peluang itu menghilang, PSM harus segera mencari alternatif lain sebelum jendela transfer ditutup.

Bursa Transfer Belum Berakhir

Meski gagal mendapatkan Adrian Dalmau, peluang PSM memperkuat lini depan masih terbuka. Regulasi Super League musim 2026/2027 memperbolehkan setiap klub mendaftarkan hingga 11 pemain asing. Saat ini, Pasukan Ramang baru mengisi sebagian besar kuota tersebut. Artinya, manajemen masih memiliki ruang untuk mendatangkan beberapa pemain baru, termasuk seorang striker yang benar-benar memiliki reputasi sebagai mesin gol.

Dengan waktu persiapan yang semakin singkat, keputusan di bursa transfer akan sangat menentukan kekuatan PSM musim ini. Persaingan Super League dipastikan jauh lebih berat. Persib Bandung telah menghadirkan Mariano Peralta, Persebaya Surabaya memiliki Alex Martins, sementara sejumlah klub lain juga memperkuat lini serang mereka dengan pemain-pemain berkualitas. Dalam situasi seperti itu, PSM tidak bisa terlalu lama kehilangan target.

Jika benar Adrian Dalmau memilih bergabung dengan PSIM Yogyakarta, maka manajemen harus segera bergerak cepat mencari sosok lain yang memiliki kualitas setara. Sebab, untuk membawa Pasukan Ramang kembali bersaing di papan atas, Darije Kalezic membutuhkan lebih dari sekadar pemain pelapis. Ia membutuhkan seorang penyerang yang mampu menjadi pembeda, mencetak gol secara konsisten, dan mengembalikan ketajaman lini depan PSM Makassar yang sempat memudar sepanjang musim lalu.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags