Belanda Raih Penghargaan Fair Play FIFA untuk Pertama Kalinya

- Senin, 20 Juli 2026 | 21:15 WIB
Belanda Raih Penghargaan Fair Play FIFA untuk Pertama Kalinya

FIFA menganugerahkan penghargaan Fair Play Trophy kepada Tim Nasional Belanda dalam ajang Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Penghargaan yang dipersembahkan oleh McDonald's ini diberikan pada Senin, 20 Juli 2026, karena skuad De Oranje dinilai paling menjunjung tinggi sportivitas, kedisiplinan, dan rasa hormat sepanjang turnamen.

Ini adalah kali pertama Belanda meraih penghargaan tersebut sejak diperkenalkan pada edisi 1970. Meskipun langkah mereka terhenti di babak 32 besar setelah kalah adu penalti dari Maroko, tim asuhan Ronald Koeman tetap dinilai memenuhi standar profesionalisme tertinggi oleh FIFA.

Secara statistik, Belanda mengoleksi tiga kartu kuning dan melakukan 44 pelanggaran sepanjang kompetisi. Angka ini lebih tinggi dibandingkan Aljazair yang membuat 29 pelanggaran dan Senegal dengan 36 pelanggaran, meski ketiganya sama-sama mengantongi tiga kartu kuning. Namun, penilaian FIFA tidak hanya berdasarkan angka, melainkan juga sikap menghormati lawan, wasit, dan seluruh perangkat pertandingan.

Sebelumnya, beberapa negara lain sempat menjadi kandidat kuat berdasarkan tingkat kedisiplinan di fase grup. Hingga 15 Juli 2026, Norwegia memimpin daftar dengan rata-rata 9,2 pelanggaran per laga, disusul Prancis (9,4), Inggris (10,4), dan Spanyol (11,0). Namun, regulasi FIFA menetapkan bahwa hanya tim yang lolos ke fase gugur yang berpeluang meraih penghargaan tersebut.

Kemitraan eksklusif antara FIFA dan McDonald's sejak 2023 memberikan hak penamaan resmi menjadi FIFA Fair Play Trophy, presented by McDonald's, pada edisi kali ini. Pencapaian Belanda menempatkan mereka sebagai negara kesebelas yang meraih trofi tersebut dalam sejarah sepak bola dunia.

Sejarah penghargaan ini mencatat Peru sebagai peraih pertama pada 1970, diikuti Jerman Barat (1974), Argentina (1978), Brasil (1982 dan 1986), Inggris (1990), serta Prancis, Belgia, Kolombia, dan Spanyol pada edisi-edisi berikutnya.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags