Spanyol Juara Piala Dunia 2026 Usai Kalahkan Argentina Lewat Perpanjangan Waktu

- Senin, 20 Juli 2026 | 07:30 WIB
Spanyol Juara Piala Dunia 2026 Usai Kalahkan Argentina Lewat Perpanjangan Waktu

Tim nasional Spanyol berhasil mengamankan gelar juara Piala Dunia 2026 setelah menumbangkan Argentina dengan skor 1-0 pada pertandingan final di Stadion MetLife, New Jersey, Amerika Serikat, Minggu, 19 Juli 2026. Gol tunggal kemenangan La Roja dilesakkan oleh Ferran Torres pada babak perpanjangan waktu, tepatnya di menit ke-106. Kemenangan ini menandai gelar Piala Dunia kedua dalam sejarah sepak bola Spanyol setelah pencapaian pertama mereka pada tahun 2010 silam.

Pertandingan berlangsung ketat dengan dominasi penguasaan bola oleh Spanyol, sementara Argentina kesulitan menembus pertahanan lawan dan baru melepaskan tembakan pertama mereka pada menit ke-117. Di ujung babak kedua, Argentina harus bermain dengan 10 orang setelah Enzo Fernandez menerima kartu merah dari wasit Slavko Vincic.

Gelar individu turnamen ini didominasi oleh penggawa Spanyol. Rodri dinobatkan sebagai pemain terbaik, Unai Simon sebagai penjaga gawang terbaik dengan rekor hanya kebobolan satu gol sepanjang turnamen, dan Pau Cubarsi terpilih sebagai pemain muda terbaik.

Penyerang Spanyol, Ferran Torres, mengungkapkan kebahagiaan luar biasa atas kontribusi gol penentunya yang membawa tim menjadi yang terbaik di dunia. "C'est le but de 47 millions de personnes !" ujar Torres. Ia menambahkan bahwa kemenangan ini terasa seperti sebuah takdir yang sudah tertulis bagi timnya yang mampu tampil konsisten di tengah tekanan menghadapi pemain bintang lawan. "Dieu donne à ceux qui le mérite," katanya.

Pelatih tim nasional Spanyol, Luis de la Fuente, menyatakan rasa bangga yang mendalam terhadap dedikasi dan kualitas generasi baru para pemain La Roja. "Plus forts ensemble," cetusnya. De la Fuente menegaskan bahwa skuad asuhannya memiliki talenta luar biasa dan mampu menunjukkan mentalitas pantang menyerah dalam menghadapi ujian berat di partai puncak. "Ce sont des joueurs avec un talent exceptionnel. Beaucoup de fierté d'avoir fait ce trajet avec eux, c'était un honneur. Je suis très ému. C'est merveilleux, une génération de joueurs qui sont un exemple pour le sport espagnol, la jeunesse, pour toute l'Espagne. Ensemble nous sommes plus forts," tuturnya. Ia juga menambahkan bahwa timnya menyadari kesulitan yang harus dihadapi saat melawan tim yang diperkuat Lionel Messi. "On aurait dû marquer avant mais il y a eu beaucoup d'arrêts. Mais c'est une finale de Coupe du monde, avec Messi, il faut souffrir. Il fallait montrer qu'on était prêts à souffrir," sambungnya.

Sementara itu, pelatih Argentina, Lionel Scaloni, menyampaikan rasa duka atas kekalahan ini namun tetap mengapresiasi kerja keras anak asuhnya. "De la tristesse mais on sait qu'on a tout fait. Il y a des choses à dire mais il faut simplement remercier. Je me souviendrai toujours de ce qui nous a permis d'arriver jusque-là. La victoire est grande, la défaite aussi," pungkasnya.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags