Xavi Ulas Duel Messi vs Yamal di Final Piala Dunia 2026: Pertarungan Generasi

- Senin, 20 Juli 2026 | 04:45 WIB
Xavi Ulas Duel Messi vs Yamal di Final Piala Dunia 2026: Pertarungan Generasi

Mantan pelatih Barcelona, Xavi Hernandez, memberikan analisis mendalam tentang persaingan Lionel Messi dan Lamine Yamal menjelang final Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Argentina. Menurutnya, laga puncak ini menjadi momen regenerasi sepak bola, di mana generasi masa lalu dan masa kini berhadapan langsung di lapangan.

Xavi mengamati pergerakan efisien Messi yang selalu mencari ruang kosong, serta memuji kerja keras rekan setimnya di Argentina demi mendukung sang kapten. Ia menirukan cara berpikir Messi sebelum menerima bola: "Apakah saya dikawal? Bisakah saya bebas? Di mana Julian Alvarez? Di mana Giuliano Simeone? Di mana Leandro Paredes? Jika bola jatuh di sini, apa yang bisa saya lakukan untuk selangkah lebih maju?" Menurut Xavi, pada usia 39 tahun, Messi memang lebih efisien secara fisik, tetapi kecepatan berpikirnya tetap tak tertandingi.

Di sisi lain, Xavi menyoroti posisi strategis Lamine Yamal di lini sayap Spanyol. Ia menilai pemain muda itu sangat mematikan dalam situasi satu lawan satu dan mampu membuka ruang bagi pemain lain seperti Rodri, Fabian Ruiz, dan Dani Olmo. "Dia mengerti segalanya dan selalu membuat keputusan yang tepat. Dia adalah pembeda bagi Spanyol. Dia adalah berkah. Dia memiliki segalanya untuk menjadi pemain terbaik di dunia," ujar Xavi dalam wawancara dengan Radio Nacional de Espana.

Xavi juga mengapresiasi keharmonisan skuad Spanyol saat ini yang minim ego besar, mirip dengan generasi juara Piala Dunia 2010. "Ini adalah momennya. Ini adalah pelatihnya. Ini adalah para pemainnya. Ini adalah generasinya," katanya, menyebut tim Spanyol saat ini sebagai tim dengan huruf kapital.

Mengenai Messi, Xavi menyebutnya sebagai "binatang kompetitif" dan pemimpin spiritual bagi Argentina. Ia mengaku tetap menjaga hubungan baik dengan mantan rekan setimnya itu. Setelah melihat para mantan anak asuhnya berlaga di level internasional, Xavi mengungkapkan ketertarikannya untuk melatih sebuah tim nasional di masa depan, karena dinilai lebih sesuai dengan situasi keluarganya saat ini.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags