Kapolda Riau Beri Penghargaan ke Dua Yayasan atas Kontribusi Jembatan Merah Putih Presisi

- Senin, 10 Agustus 2026 | 20:55 WIB
Kapolda Riau Beri Penghargaan ke Dua Yayasan atas Kontribusi Jembatan Merah Putih Presisi

Kapolda Riau, Irjen Herry Heryawan, memberikan penghargaan kepada dua yayasan yang berperan dalam pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi di sejumlah wilayah Riau. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi mereka yang dinilai membuka akses masyarakat di daerah terpencil.

Penghargaan diserahkan langsung kepada Yayasan Putra Peduli bersama Relawan 1011 dan Yayasan Harmoni Nusa. Menurut Kapolda, keterlibatan elemen masyarakat merupakan bagian penting dari semangat gotong royong yang diusung program tersebut.

"Penghargaan ini adalah bentuk penghormatan atas kepedulian dan semangat gotong royong. Ketika pemerintah, Polri, dan seluruh elemen masyarakat bergerak bersama, persoalan yang berat sekalipun bisa kita selesaikan," ujar Irjen Herry Heryawan, Senin (10/8/2026).

Ia menegaskan, pembangunan jembatan sejak awal dilakukan melalui kolaborasi. Polri tidak bekerja sendiri, melainkan bersama pemerintah daerah, TNI, dunia usaha, komunitas, relawan, hingga masyarakat.

"Jembatan ini bukan hanya konstruksi fisik. Di balik setiap jembatan yang dibangun, ada akses yang terbuka, ekonomi masyarakat yang bergerak, anak-anak yang lebih mudah bersekolah, dan pelayanan publik yang semakin dekat," imbuhnya.

Kapolda berharap keterlibatan kedua yayasan dapat menginspirasi lebih banyak pihak untuk berkontribusi dalam menyelesaikan persoalan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat. Kolaborasi, kata dia, menjadi kekuatan untuk mempercepat hadirnya solusi, terutama bagi warga di wilayah yang selama ini memiliki keterbatasan akses.

"Ukuran keberhasilan kita bukan hanya berapa banyak jembatan yang berhasil dibangun. Yang paling penting adalah seberapa besar manfaatnya dirasakan masyarakat," tegasnya.

Program Jembatan Merah Putih Presisi merupakan salah satu gerakan Polda Riau untuk membuka akses masyarakat melalui pembangunan dan perbaikan jembatan di berbagai wilayah. Hingga kini, Polda Riau telah membangun 810 jembatan dalam dua tahap.

Program ini menyasar jembatan yang menjadi akses penting menuju sekolah, fasilitas kesehatan, pusat perekonomian, maupun aktivitas sehari-hari, terutama di desa-desa terpencil yang kurang tersentuh.

Melalui program tersebut, Polda Riau ingin memastikan kehadiran Polri tidak hanya dirasakan dalam menjaga keamanan dan penegakan hukum, tetapi juga melalui upaya yang memberi manfaat langsung bagi kehidupan masyarakat.

"Pada akhirnya, yang ingin kita hadirkan adalah akses, rasa aman, dan kesempatan bagi masyarakat untuk tumbuh dan mendapatkan kehidupan yang lebih baik," pungkas Kapolda.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags