Kemenimipas Gelar Operasi Katarak dan Cek Kesehatan Gratis bagi Warga Binaan

- Senin, 10 Agustus 2026 | 14:00 WIB
Kemenimipas Gelar Operasi Katarak dan Cek Kesehatan Gratis bagi Warga Binaan

Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) menggelar bakti kesehatan berupa operasi katarak bagi 81 warga sekitar lapas, warga binaan, dan petugas lapas. Selain itu, layanan cek kesehatan gratis (CKG) juga diberikan kepada 2.097 warga binaan. Kegiatan ini berlangsung di Rumah Sakit Umum Pemasyarakatan, Cipinang, Jakarta Timur, sejak pagi hari Senin (10/8/2026).

Menteri Imipas Agus Andrianto bersama Wakil Menteri Kesehatan Benyamin Paulus Octavianus meninjau langsung jalannya kegiatan sosial tersebut. Dalam sambutannya, Agus menyebut kegiatan ini merupakan wujud kolaborasi antara Kemenimipas dengan Kementerian Kesehatan, Media Indosiar, CSR Emtek Media, Rumah Sakit EMC Pulomas, Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia, serta seluruh tenaga medis dan relawan.

"Penyelenggaraan kegiatan ini merupakan wujud kolaborasi antara Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan bersama Kementerian Kesehatan, Media Indosiar, CSR Emtek Media, Rumah Sakit EMC Pulomas, Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia, serta seluruh tenaga medis dan relawan," kata Menteri Agus di lokasi, didampingi Penasihat Dharma Wanita Persatuan Kemenimipas.

Menteri Agus menegaskan sinergi antarpihak diperlukan untuk menyukseskan program pemerintah pusat dalam memberikan fasilitas pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat. Kegiatan ini sekaligus menjadi rangkaian menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia.

"Sinergi ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas pelayanan kesehatan, sekaligus wujud komitmen nyata kita bersama dalam menyukseskan program prioritas pemerintah terkait penyediaan fasilitas pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat," ucapnya di hadapan para hadirin dan peserta bakti kesehatan.

Agus mengungkapkan bakti kesehatan ini bukan kali pertama digelar. Sebelumnya, Kemenimipas bersama Kementerian Kesehatan telah melakukan kegiatan serupa, yaitu pemeriksaan kesehatan gratis dan skrining tuberkulosis (TBC) bagi narapidana di Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah.

"Sebelumnya, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan telah melaksanakan kegiatan serupa, yaitu Kick Off Nasional Cek Kesehatan Gratis dan Skrining Tuberkulosis (TBC) bagi warga binaan tahun 2026, yang terpusat di Pulau Nusakambangan bersama Bapak Menteri Kesehatan," terang Agus.

Pada kunjungan ke Nusakambangan pada Senin (29/6), Menteri Agus dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyoroti tingginya kasus TBC di lapas dan rutan. Data menunjukkan terdapat 7.972 kasus TBC aktif. Agus menyebut TBC merupakan salah satu penyakit menular yang menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia.

"Sementara itu, jika kita lihat kasus TBC pada lapas dan rutan menunjukkan data tahun 2025, angka prevalensi TBC di kalangan WBP mencapai 3,64 persen atau 7.972 kasus aktif dari total 218.962 warga binaan pemasyarakatan," jelasnya.

Perkembangan terbaru per Maret 2026 mencatat prevalensi TBC turun menjadi 0,54 persen dengan temuan 1.464 kasus dari total 271.994 warga binaan di lapas dan rutan seluruh Indonesia. Agus mengatakan tren ini menunjukkan penurunan, meski ia mengingatkan data tersebut masih berasal dari triwulan pertama.

"Tren ini memang menurun, tapi ini masih data triwulan satu. Mudah-mudahan terus menurun, apalagi dengan penanganan yang kita lakukan sekarang ini," ungkapnya.

Agus juga menyoroti salah satu penyebab tingginya kasus TBC di rutan dan lapas, yaitu situasi over kapasitas. Menurutnya, kondisi ini mempercepat penularan penyakit yang menyebar melalui udara tersebut. Ia berharap adanya amnesti kedua dari Presiden dapat mengurai kepadatan hunian.

"Angka prevalensi yang tinggi ini terjadi salah satunya karena situasi lapas rutan Indonesia saat ini mengalami over kapasitas. Kita semua menyadari bahwa TBC adalah penyakit yang menular melalui udara. Mudah-mudahan nanti ada amnesti lagi kedua dari Bapak Presiden," jelas Agus.

Sebagai langkah pencegahan, Kemenimipas dan Kementerian Kesehatan menggelar program cek kesehatan gratis untuk deteksi dini berbagai penyakit sekaligus penuntasan TBC. Agus mengucapkan terima kasih kepada Menkes atas dukungan layanan kesehatan bagi narapidana, termasuk alat monitor pasien, mesin rekam jantung, peralatan infus pompa elektronik, dan peralatan medis lainnya.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags